Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Boyolali

Pesan BPBD Boyolali soal Hujan Puncak Merapi Potensi Lahar Dingin: Mendung Pekat, Keluar Dari Sungai

BPBD Boyolali mengimbau masyarakat yang beraktivitas di aliran sungai yang berhulu di puncak Merapi diminta lebih waspada. 

Penulis: Tri Widodo | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com/Tri Widodo
Ilustrasi penambangan pasir manual di kali Apu, Selo, Boyolali. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUSOLO.COM, BOYOLALI - BPBD Boyolali mengimbau masyarakat yang beraktivitas di aliran sungai yang berhulu di puncak Merapi diminta lebih waspada. 

Itu tidak lepas dari curah hujan di puncak Merapi yang cukup tinggi.

" Saya mengimbau masyarakat yang ada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III, Desa Klakah, Jrakah dan Tlogolele untuk lebih meningkatkan kewaspadaan," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Boyolali, Suratno, Kamis (18/1/2024).

BPPTKG mencatat curah hujan di puncak Merapi tergolong cukup tinggi.

Itu bisa dilihat dalam laporan resmi yang mereka unggah di akun X.

Baca juga: Setelah Dua Kali Lontarkan Awan Panas Guguran, Merapi Terpantau Kepulkan Asap Sulfatara

INFO BPPTKG: Terjadi hujan di puncak #Merapi mulai pukul 12:57 WIB, total curah hujan di puncak 6.8 mm dengan intensitas hujan 4.3 mm dan durasi 1 jam 35 menit.

Hujan masih berlangsung saat ini, waspada bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dan awan panas guguran di daerah potensi bahaya. Masyarakat diimbau utk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan. #AktivitasMerapi #SiagaMerapi

Curah hujan yang mengguyur puncak merapi berpotensi mengakibatkan terjadinya banjir lahar dingin di aliran sungai yang berhulu di puncak Merapi

Di Boyolali, ada Kali Apu yang berhulu di puncak Merapi.

Masyarakat diminta untuk memperhatikan kondisi puncak Merapi.

Baca juga: Merapi Lontarkan Awan Panas Guguran, Selo Tak Terdampak Hujan Abu

Terutama penambang pasir manual di aliran Sungai Apu ini.

Iya, Sungai Apu memang menjadi salah sumber mata pencaharian warga.

Meski beresiko tinggi, namun itu tetap dilakukan warga.

Apalagi gunung Merapi juga masih menunjukkan tingginya aktivitas vulkaniknya.

Awan Panas Guguran (APG) masih terus terjadi.

Suratno pun meminta jika kondisi cuaca di puncak Merapi mendung pekat segera keluar dari aliran sungai.

"Mari kita tingkatkan kesiapsiagaan kewaspadaan yang harapannya dapat untuk mencegah terjadinya bahaya," pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved