Berita Solo

Pedagang Daging Anjing Solo Raya Ingin Ikut Bila Ada Audiensi, Siap Bertemu Aktivis Pemerhati Hewan

Pedagang daging anjing di Solo Raya ingin ada kejelasan nasib mereka. Para pedagang siap ikut audiensi dengan pemerhati hewan.

Tayang:
Tribunsolo.com/Andreas Chris
Puluhan pedagang kuliner hewan non pangan Solo Raya lakukan aksi protes di depan Balai Kota Solo, Kamis (1/2/2024). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pedagang daging anjing ingin dilibatkan bila ada audiensi.

Mereka siap ditemukan dengan aktivis pemerhati hewan. 

Ini untuk mencari solusi karena mereka yang kesulitan mendapat daging anjing. 

Mereka jadi tidak bisa berjualan. 

Para pedagang anjing di Solo Raya bahkan melakukan demo di depan Balai Kota Solo pada Kamis (1/2/2024) kemarin. 

Demo hanya bertahan 20 menit lamanya.

Hal itu dikarenakan aksi mereka ketika melakukan orasi tidak digubris dan direspons oleh satu pejabat pun dari Pemkot Solo.

Pantauan TribunSolo.com, aksi yang dilakukan oleh paguyuban pedagang daging anjing tersebut berlangsung kurang lebih dari 20 menit dan kemudian membubarkan diri masing-masing.

Awalnya sejumlah pedagang tersebut juga membawa beberapa spanduk dengan berbagai tulisan bernada protes.

Bahkan salah satu tulisan protes tersebut ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.

"Presiden jokowi harap dipikirkan nasib pedagang kecil kami hanya tertindas oleh oknum yang mencari keuntungan lewat sumbangan donasi dengan dalih selamatkan anjing," tulis salah satu spanduk.

Ditemui usai aksi, Ketua Paguyuban Pedagang Kuliner hewan non pangan Sukoharjo, Danny Setiawan mengungkapkan maksud dan tujuan aksi mereka.

"Tuntutan kami itu cuma dua, pemerintah bisa memperhatikan nasib kita pedagang daging guguk supaya kita bisa berjualan lagi. Yang kedua supaya kita diberi jalan untuk mengambil anjing dari lintas provinsi," ujar Danny.

Ia pun juga meminta pemerintah turun tangan dalam polemik ini apabila mereka akhirnya dilarang berjualan daging anjing.

Baca juga: Curhat Pedagang Olahan Daging Anjing di Solo Raya, Penghasilan Kini Seret Sampai Anak Di-bully

"Misal kalau kita nanti dituntut tidak bisa jualan lagi, pemerintah juga memperhatikan nasib kami, para pedagang guguk," sambung Danny.

Selain itu, Danny menyebutkan bahwa apabila ada audiensi yang dilakukan oleh pemerintah dengan aktivis pemerhati hewan, Danny menegaskan pihaknya juga meminta dilibatkan.

"Dan nanti kalau audiensi, kita juga minta diundang. Rembugan dengan pihak DMFI dan Animal Hot Shelter," kata dia.

Namun demikian, Danny menegaskan pihaknya juga tidak akan menyerah memperjuangkan nasib sebagai pedagang daging anjing bila belum ada kejelasan nantinya.

"Itu nanti kalau mereka masih ngeyel memaksa untuk menutup usaha yang kami lakukan, kami akan melawan mereka sampai titik darah penghabisan," pungkas Danny. (*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved