Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sragen

Pria Paruh Baya Asal Cantel Kulon Sragen Ditemukan Tewas di Rumahnya, Mulut Berbusa Kental

Kepala Puskesmas Sragen, dr. Lukman Hakim mengatakan saat diperiksa, mulut korban mengeluarkan busa kental.

TribunSolo.com/Septiana Ayu
Seorang pria warga Kampung Cantel Kulon, Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan/Kabupaten Sragen ditemukan tewas di rumahnya, Rabu (7/2/2024). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Seorang pria berinisial WTN (55) warga Kampung Cantel Kulon, Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan/Kabupaten Sragen ditemukan tewas di dalam rumahnya, Rabu (7/2/2024) sekira pukul 10.00 WIB.

Kabar meninggalnya WTN sempat menyita perhatian warga sekitar, yang langsung mendatangi rumah WTN.

Meninggalnya WTN pertama kali diketahui oleh saudaranya, sekaligus yang merawat korban yakni Yosafat Tatmolo.

Awalnya, Yosafat datang ke rumah korban pada Rabu pagi.

Ia melihat korban yang tinggal seorang diri di rumah tersebut, sedang tertidur di dalam kamarnya.

Lalu, pada siang hari, Yosafat kembali memeriksa WTN yang masih terlihat tertidur.

"Saya memang sedang memeriksanya, pagi saya tengok, agak siang saya tengok lagi, kok nggak respon waktu saya panggil, terus saya cari sepeda motor ke rumah mantan istrinya," kata Yosafat saat ditemui TribunSolo.com, Rabu (7/2/2024).

Sebelum memanggil mantan istri korban, Yosafat terlebih memberitahukan hal tersebut kepada warga sekitar, dan diperiksa ternyata korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara itu, mantan istri korban, Erna mengatakan sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, ia sempat dihubungi melalui pesan singkat untuk datang ke rumah korban.

Baca juga: Baru 2 Bulan, Sudah Ada 48 Warga Sragen yang Terjangkit DBD, 2 Meninggal Dunia

"Kemarin WA saya, suruh ke Cantel (rumah korban), katanya penting, saya pikir tidak sakit, kemarin seminggu yang lalu, saya kesini tidak apa-apa, cuma bilang tidak mau makan," terangnya.

Korban diketahui juga sudah menderita sakit lama karena mengalami kecelakaan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Sragen, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Kepala Puskesmas Sragen, dr. Lukman Hakim mengatakan saat diperiksa, mulut korban mengeluarkan busa kental.

"Sebelumnya sudah punya riwayat sakit, istilah awamnya saraf kejepit, cuma menurut keterangan rekannya, korban sudah beberapa hari tidak bisa BAB, atau mungkin pengaruh obat saraf kejepitnya tadi," ujar Lukman.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved