Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Klaten

Tol Fungsional Solo-Jogja akan Dibuka Sampai Ngawen Klaten, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Tol Solo-Jogjakarta direncanakan akan dibuka secara fungsional pada Idul Fitri 2024 hingga Exit Ngawen di Kabupaten Klaten,

TribunSolo.com/Zharfan Muhana
Ilustrasi Exit Tol di Klaten. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Tol Solo-Jogjakarta direncanakan akan dibuka secara fungsional pada Idul Fitri 2024 hingga Exit Ngawen di Kabupaten Klaten,

Kepolisian Polres Klaten nantinya bakal menerapkan rekayasa lalu lintas kendaraan yang akan melintas.

Baca juga: Oknum Kepala Dusun di Klaten Curi Kusen dan Daun Pintu Jati Milik Tetangga, Setahun Baru Tertangkap

Kapolres Klaten AKBP Warsono mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan pada akhir Februari 2024, terkait kesiapan tol fungsional tersebut.

"Kemarin masih belum maksimal ya yang sampai exit Ngawen, akhir bulan (Maret) saya mau cek lagi. Kalau sudah ada progresnya baru dilakukan simulasi," ujar Warsono kepada TribunSolo.com, Minggu (17/3/2024).

Lintas tol fungsional sendiri di rencanakan akan bertambah, jika dibandingkan tol fungsional Nataru sebelumnya.

Saat Nataru kemarin, Tol fungsional dioperasionalkan hingga exit Karanganom yang tembus ke Desa Kuncen, Kecamatan Ceper. Kurang lebih dari Karanganom hingga Banyudono di Boyolali berjarak 23 Kilometer.

Dan pada Lebaran 2024, jarak tol yang di rencakan untuk jalur fungsional ditambah hingga Exit Ngawen, dengan jarak tambahan 10 km.

Exit Ngawen sendiri memiliki ruas jalan sempit ketimbang Exit Karanganom yang langung jalan Solo-Jogja, Warsono mengungkapkan adanya rekayasa lalulintas untuk menyiasatinya.

"Yang jadi titik trobel di Ngawen, karena jalur keluarnya sempit," jelasnya.

"Kita lakukan rekayasa, jadi begitu keluar (Ngawen) akan diarahkan ke kiri (kota)" tambahnya.

Ruas jalan kota juga tak luput dari rekayasa, yang sebelumnya ruas jalan kendaran 2-2, akan dilakukan rekayasa 3 arah Yogyakarta dan 1 Solo bila terjadi kepadatan.

"Itu nanti kita lihat, kalau memang penumpukannya sudah 1-1,5 km nanti kita alihkan (Exit Karanganom)" pungkasnya.

(*) 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved