Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sukoharjo

Sampai April Ini, DBD di Kecamatan Sukoharjo Capai 189 Kasus, Dua Balita Meninggal Dunia

Kasus Demam berdarah di Kecamatan Sukoharjo mengalami peningkatan yang tinggi. Kasus ini karena curah hujan juga tinggi.

TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Ilustrasi Fogging. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kasus Demam Berdarah di Kabupaten Sukoharjo mengalami kenaikan secara signifikan.

Kenaikan kasus Demam Berdarah tersebut salah satunya di Kecamatan Sukoharjo

Menurut data dari Puskesmas Sukoharjo, jumlah kasus yang dilaporkan telah meningkat secara drastis sejak awal tahun ini.

Dilaporkan bahwa sejak bulan Januari hingga April 2024, terdapat lebih dari dua kali lipat kasus demam berdarah dibandingkan periode tahun 2023 lalu. 

Data ini dibeberkan oleh Kepala Puskesmas Sukoharjo, Kunari Mahanani.

Dia mengatakan, di wilayah Kecamatan Sukoharjo kasus Demam Berdarah naik secara signifikan. 

"Yang jelas kami di wilayah Kecamatan Sukoharjo DB nya memang sangat luar biasa, Kemarin itu kasus DBnya saja dari surat KDRS yang masuk ada 189 kasus Demam Berdarah," beber Mahanani, saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Minggu (21/4/2024).

Sebagai informasi, Surat KDRS adalah surat yang dibuat oleh rumah sakit yang merawat penderita demam dengue (Demam Berdarah).

Baca juga: Demam Berdarah di Solo Renggut 4 Nyawa, Kini Melonjak Capai 72 Kasus dari Januari

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kasus yang terjadi ini ada demam berdarah (DB) dan demam berdarah dengue (DBD).

Kasus kedua tersebut sering dianggap sama, namun ternyata keduanya berbeda.

"Kalau Demam Berdarah (DB) itu Demam Dengue artinya belum ada pendarahan dan belum positif DBD itu sudah diatas seratus, sedangkan demam berdarah dengue (DBD) itu sudah diatas dua puluh jadi memang lumayan sangat tinggi," terangnya.

Tingginya angka Demam Berdarah (DB) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Sukoharjo, mengakibatkan dua balita tercatat meninggal dunia. 

"Tingginya kasus ini mengakibatkan dua balita meninggal dunia, satu warga Desa Jetis dan satunya warga Bulakrejo," ujarnya. 

Sementara itu, Puskemas Sukoharjo juga telah melakukan tindakan-tindakan untuk mengurangi angka kasus tersebut. 

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved