Berita Sukoharjo
Sampai April Ini, DBD di Kecamatan Sukoharjo Capai 189 Kasus, Dua Balita Meninggal Dunia
Kasus Demam berdarah di Kecamatan Sukoharjo mengalami peningkatan yang tinggi. Kasus ini karena curah hujan juga tinggi.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Ryantono Puji Santoso
Tindakan-tindakan tersebut diantaranya memberikan surat kepada camat dan disebarluaskan di setiap kelurahan atau Balai Desa agar dilakukan edukasi di masyarakat masing-masing wilayah.
"Yang pasti kami (Puskesmas) sudah berikan surat kepada setiap desa melalui kecamatan untuk kerjabakti yang disebut Grebeg Jentik artinya pembersihan jentik-jentik nyamuk," paparnya.
Menurutnya, faktor tingginya kasus DB dan DBD di Kabupaten Sukoharjo karena curah hujan saat ini.
Curah Hujan ini mengakibatkan genangan di lingkungan rumah masyarakat, seperti genangan air di ban bekas, ember bekas.
"Iya, jadi faktornya itu karena hujan saat ini, karena banyak genangan yang berada di wilayah rumah warga bukan di dalam rumah warga," lanjutnya.
Dengan demikian sebagai Kepala Puskesmas Sukoharjo, Maharani mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan lingkungan kebersihan lingkungan. (*)
Kemarau Masih Jadi Penyebab Terbanyak Kebakaran di Sukoharjo Sepanjang Tahun 2024 |
![]() |
---|
Lagi Asyik Nonton Konser Tipe-X di Alun-alun Sukoharjo Jateng, 52 HP Penonton Dilaporkan Hilang |
![]() |
---|
Peringati Hari Sumpah Pemuda : Ratusan Pemuda di Desa Pranan Sukoharjo Jateng Bersih-bersih Sungai |
![]() |
---|
Akun Fufufafa Masih Dibicarakan Meski Gibran jadi Wapres Prabowo, Ini Kata Ketua DPD Gerindra Jateng |
![]() |
---|
Cerita Menteri Budi Santoso Semasa Sekolah di SMAN 1 Sukoharjo, Pernah Dihukum Guru Bahasa Inggris |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.