Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Cara Atasi Flu Singapura yang Rentan Menyerang Anak-anak, Begini Tips dari Dokter RS JIH Solo

Flu Singapura akhir-akhir ini menjadi perbincangan karena banyak orang tua mengeluhkan anaknya terkena penyakit ini.

Dok.RS JIH Solo
Dokter Spesialis Anak di RS JIH Solo dr. Debby Andina Landiasari Sp A 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Flu Singapura akhir-akhir ini menjadi perbincangan karena banyak orang tua mengeluhkan anaknya terkena penyakit ini.

Dokter Spesialis Anak RS JIH Solo dr. Debby Landiasari menyebut sebenarnya tidak ada terapi spesifik untuk mengatasi penyakit ini.

“Untuk mengatasinya tidak ada terapi spesifik karena penyebabnya virus. Semua penyakit yang disebabkan oleh virus dapat sembuh sendiri atau self limiting disease,” jelasnya.

Anak yang terkena penyakit ini dapat sembuh sendiri selama daya tahan tubuhnya diperkuat.

Orang tua hanya perlu mengatasi gejala yang ditimbulkan saja.

“Selama daya tahan tubuh anaknya baik dan dapat mengeliminasi infeksi dari tubuhnya. Hanya diperlukan obat sesuai gejalanya saja,” tuturnya.

Baca juga: Ketahui Penyebab Flu Singapura yang Rentan Menyerang Anak-anak, Ini Penjelasan RS JIH Solo

Baca juga: Makin Lengkap, RS JIH Solo Resmikan Klinik Kecantikan, Ada Promo Khusus Lho!

Gejala yang ditimbulkan mulai dari demam dan ruam di sejumlah bagian tubuh. Penyakit ini secara medis disebut hand, foot, mouth disease (HFMD) karena menyerang secara spesifik bagian tubuh tersebut.

“Kalau demam diberikan penurunan demam. Kalau ruam dapat diberikan obat pereda nyeri,” jelasnya.

Selain itu, menjaga agar asupan makanan tetap bergizi menjadi penting untuk dilakukan terutama saat anak terkena penyakit ini.

“Selain itu asupannya harus adekuat, makan makanan yang sehat bergizi,” ujarnya.

Termasuk menjaga asupan cairan dengan minum air putih yang banyak. Ruam di mulut membuat anak malas minum. Maka dari itu, orang tua perlu memotivasi anaknya agar tetap minum air putih secara mencukupi.

“Kecukupan cairan juga penting untuk mencegah dehidrasi. Ruam di mulut itu memang sakit. Anak cenderung makan minumnya menurun. Tapi tetap harus memantau dan memastikan asupannya tercukupi,” jelasnya.

(*/adv)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved