WAWANCARA EKSKLUSIF
Janji Ilyas Akbar Almadani Jika Jadi Bupati Karanganyar Jateng, Bakal Beri Program Kuliah Gratis
Salah satu janji politik Ilyas dalam mengikuti Pilkada Karanganyar 2024 adalah program kuliah gratis bagi masyarakat Karanganyar yang tidak mampu.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Ketua DPD II Partai Golkar Karanganyar Ilyas Akbar Almadani (27) membeberkan janji politiknya apabila dirinya terpilih sebagai Bupati Karanganyar di Pilkada 2024.
Salah satunya yaitu program kuliah gratis kepada masyarakat Karanganyar yang tidak mampu.
Dalam wawancara eksklusif dengan TribunSolo.com, Ilyas mengatakan pihaknya memiliki gagasan agar masyarakat memiliki wawasan yang luas.
"Karanganyar masih butuh (program kuliah gratis untuk masyarakat Karanganyar) itu," kata Ilyas, saat Podcast TribunSolo.com.
Ilyas dalam programnya hendak menyasar setiap keluarga yang benar-benar tidak mampu dan tidak bisa mengakses kuliah.
Sehingga setiap satu keluarga setidaknya ada 1 orang yang memiliki pendidikan setara sarjana atau S1.
"Di data yang kami catat belum ada banyak warga Karanganyar yang sarjana," ucap dia.
Adapun alasan program itu akan diterapkan apabila dirinya terpilih, karena berkaca dari ayahnya Juliyatmono.
Baca juga: 2 Alasan Dibalik Majunya Ilyas Akbar Almadani dalam Pilkada 2024 di Karanganyar Jawa Tengah
Baca juga: Dianggap Terlalu Muda Maju Pilkada 2024 di Karanganyar Jateng, Ilyas Akbar : Umur Hanyalah Angka
Ia bercerita bahwa ayahnya yang dulu merupakan guru mengaji mendapatkan kuliah gratis dari salah satu organisasi islam di Karanganyar.
"Kalau saya pribadi saya percaya itu, karena dulu Pak Juliyatmono itu bukan siapa-siapa, pak Juliyatmono dulunya hanya guru ngaji dan kemudian mendapatkan kuliah gratis," kata Ilyas.
Dia mengatakan, dengan pondasi kuliah gratis ini dapat memberikan data dan akses untuk pemerintah seperti LPDP.
Nantinya, setelah terpilih, dirinya selaku Pemkab Karanganyar akan mendorong akses informasi itu dapat diterima masyarakat Karanganyar.
"Yang mempunyai cita-cita tinggi jangan terhalang karena masalah biaya," kata dia.
Berdasarkan data dari BPS Karanganyar, jumlah masyarakat yang baru menikmati jenjang kuliah baru 30 persen.
"Kita kepengin memberikan kuliah gratis kepada yang tidak mampu, karena masih banyak yang belum terakses kuliah," kata dia.
Program ini muncul karena pihaknya mendapatkan masukan-masukan dari masyarakat, bahwa biaya kuliah tinggi dan itu membebani rakyat.
"Kuliah itu perlu merubah masa depan dan memberikan harapan," ucap dia.
(*)
| Takut Perceraian Hingga Beban Finansial Tinggi, Jadi Alasan Generasi Muda di Kota Solo Ragu Menikah |
|
|---|
| Angka Pernikahan Solo Turun Tajam 3 Tahun Terakhir, Ternyata Bukan Sekedar Tren Lokal Tapi Dunia |
|
|---|
| Di Balik Sepinya Akad Nikah, Menerka Perubahan Cara Anak Muda Solo Memandang Pernikahan |
|
|---|
| Bebas dari Kasus KA Batara Kresna Sukoharjo, Surya Ogah Kembali Jaga Palang: Trauma & Risiko Besar |
|
|---|
| Bupati Setyo Sukarno Apresiasi Pencapaian Jekek, Akan Terus Berdialog untuk Kemajuan Wonogiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Golkar-karanganyar-Ilyas-2023.jpg)