Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo

Beda Sikap Wali Kota & Wakil Wali Kota Solo Jateng Soal Mobdin Baru: Teguh Menerima, Gibran Menolak

Gibran dan Teguh beda sikap soal mobil dinas mereka. Gibran menolak tawaran mobil dinas baru, sementara teguh menerima tawaran itu.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Wali Kota Solo Gibran (Kiri) dan Wakil Wali Kota Solo Teguh (kanan). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sekretaris Daerah Kota Solo Budi Murtono menjelaskan pihaknya telah menawari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa untuk membeli mobil dinas baru.

Namun, ternyata kedua memiliki perbedaan sikap.

Teguh menerima penawaran ini.

Ia pun telah menggunakan mobil dinas baru Kijang Innova Zenix dengan harga OTR sekitar Rp 425,6 Juta.

Berbeda dengan Gibran yang menolak tawaran ini.

“Beliau (Gibran) dulu sudah pernah kita tawari pergantian mobil dinas, beliau belum berkenan,” jelas Budi.

Pihaknya sebenarnya telah menganggarkan untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota beserta pimpinan DPRD Kota Solo.

Namun, pihaknya sempat melakukan refokusing sehingga menunda pembelian mobil dinas.

“APBD 2024 menganggarkan. Bapak Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan pimpinan DPRD. Merencanakan mobil listrik. Tapi karena kita refokusing kan kita tunda dulu semua,” tuturnya.

Baca juga: Keponakan Jokowi Bakal Menikah dengan Putri Eks Ketua Golkar Solo Jateng, Presiden Bakal Jadi Saksi 

Pembelian mobil dinas untuk Wakil Wali Kota Solo dipertimbangkan karena mobil dinas sebelumnya dinilai sudah tua.

“Sebenarnya nggak masuk dalam perencanaan pengadaan untuk pimpinan. Cuma kemarin kita ada pengadaan mobil dinas operasional. Mobil dinas yang biasa dipakai Pak Wakil Wali Kota itu sudah tua, kemarin kita tukar. Lama banget (terakhir ganti),” terangnya.

Pembelian mobil dinas sebenarnya telah direncanakan sejak tahun lalu. Namun tahun ini baru terealisasi, itu pun hanya mobil dinas untuk Wakil Wali Kota Solo.

“Iya (sudah harus ganti tahun lalu). Sudah lama itu. Karena anggaran kita tahun ini cuma membeli satu mobil operasional,” jelasnya.

Awalnya anggaran ditujukan untuk mobil operasional di kalangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved