Berita Nasional

Menko PMK Muhadjir Usul Korban Judi Online jadi Penerima Bansos, Ini Alasannya

Usulan itu disampaikan Muhadjir beberapa hari setelah kasus polisi wanita (polwan) membakar suami di Mojokerto, Jawa Timur.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.com / IRFAN KAMIL
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat tiba di Gedung Mahkamah Konsitusi (MK), Jumat (5/4/2024). 

TRIBUNSOLO.COM - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyebut jika korban judi online layak menjadi penerima bantuan sosial (bansos).

Usulan itu disampaikan Muhadjir beberapa hari setelah kasus polisi wanita (polwan) membakar suami di Mojokerto, Jawa Timur.

Muhadjir menyebut pihaknya sudah sudah merekomendasikan agar Kementerian Sosial (Kemensos) membina korban judi online yang mengalami gangguan psikososial.

Baca juga: Gaji Briptu RDW, Polisi yang Dibakar Istri di Mojokerto karena Diduga Pakai Uang untuk Judi Online

“Kita sudah banyak memberikan advokasi mereka yang korban judi online ini, misalnya kemudian kita masukkan di dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sebagai penerima bansos,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Kompas.com, Kamis (13/6/2024).

Muhadjir membeberkan alasan kenapa korban judi online dapat menerima bansos dan nama mereka akan dimasukkan ke DTKS.

Menurutnya, korban judi online berhak mendapat bansos karena aktivitas ini dapat memiskinkan masyarakat.

Dia khawatir, akibat judi online ini membuat masyarakat miskin baru semakin bermunculan.

Di sisi lain, dia juga mengatakan pemerintah mempunyai tanggung jawab terhadap masyarakat miskin.

Baca juga: Judi Online Diduga jadi Alasan Polwan Bakar Suami Sesama Polisi di Mojokerto, Pengamat Sebut Ironi

Saat ini, kemunculan judi online telah membuat masyarakat resah.

Judi online menjadi “penyakit” baru dalam masyarakat karena aktivitas ini tak hanya menyasar kelompok menengah ke bawah, tapi sudah menyasar berbagai kalangan.

“Sudah banyak korban dan juga tidak hanya segmen masyarakat tertentu, misalnya masyarakat bawah saja, tapi juga masyarakat atas mulai banyak yang termasuk kalangan intelektual, kalangan perguruan tinggi, juga banyak yang kena juga,” ujar Muhadjir.

Pesan Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya sudah menyampaikan pernyataannya perihal makin maraknya judi online di Indonesia.

Dia mengingatkan kepada masyarakat supaya jangan sampai berjudi, baik secara offline maupun online.

"Saya ingin sampaikan jangan judi, jangan judi, jangan berjudi baik secara offline maupun online," tutur Jokowi dalam keterangan persnya, Rabu (12/6/2024).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved