Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sukoharjo

4 Fakta Sritex : Pabrik Tekstil Sukoharjo Jateng Bantah Diisukan Bangkrut, Singgung Gempuran China

Direktur Keuangan SRIL, Welly Setiawan, menyebut saat ini belum ada putusan yang menyatakan kondisi perusahaan Sritex pailit.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Istimewa
PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex 

2. Dari Kios Pasar Jadi Perusahaan Besar

PT Sri Rejeki Isman Tbk
PT Sri Rejeki Isman Tbk (disnakertransos2.bojonegorokab.go.id)

Melansir Kompas.com, Sritex bermula dari kios yang dibangun di Pasar Klewer pada tahun 1966.

Saat itu, Pendiri Sritex HM Lukminto menjadi pedagang kain di pasar itu dengan mengambil kain dari produsen di Bandung, Jawa Barat.

Pada 1968, Lukminto kemudian membuat pabrik kain skala kecil di Solo dan dibantu oleh 4 orang pegawainya.

Bisnis yang semakin berkembang mendorong Lukminto untuk memindahkan bisnisnya ke Sukoharjo dengan membuat sebuah pabrik.

Baca juga: Pakai Jaket Bomber, Ganjar Kunjungi Pabrik Sritex, Disambut Iwan Lukminto

Harian Kompas, 5 November 1994 menyebutkan, pabrik Sritex dibangun menjadi perusahaan tekstil terpadu dengan fasilitas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada tahun 1976.

Di tahun 1992, pabrik tersebut diresmikan oleh Soeharto bersamaan dengan acara perluasan bersama 275 usaha kelompok aneka industri yang dipusatkan di lokasi Sritex, Sukoharjo.

3. Langganan NATO dan Eropa

Presiden Jokowi (tengah) saat meresmikan perluasan Pabrik Sritex di Sukoharjo, Jumat (21/4/2017).
Presiden Jokowi (tengah) saat meresmikan perluasan Pabrik Sritex di Sukoharjo, Jumat (21/4/2017). (TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI)

Nama Sritex semakin dikenal ketika perusahaan tekstil ini menekan kontrak pembuatan seragam NATO dari Angkatan Perang Jerman di tahun 1997, seperti diberitakan oleh Harian Kompas, 21 Desember 1998.

Hingga tahun 1998, jumlah pesanan seragam tersebut mencapai sekitar satu juta peach stell (PS).

Kontrak yang sama juga dilakukan PT Sritex dengan Angkatan Perang Inggris yang memesan seragam NATO sebanyak 400.000 PS.

Selain itu, Papua Nugini juga memesan seragam polisi sebanyak 50.000 PS pada Sritex.

Tak ketinggalan, seragam Kantor Pos Jerman juga memesan sebanyak satu juta PS.

Saat ini, produk Sritex telah digunakan oleh pasukan militer lebih dari 30 negara.

4. Brand Fashion Ternama pun Memasok dari Sritex

H&M
H&M (OutInCanberra)
Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved