Solo

Kemlayan, Kampung Para Seniman Solo Jateng, Termasuk Mendiang Gesang Pencipta Lagu Bengawan Solo

Diciptakan di tahun 1940, lagu Bengawan Solo menceritakan tentang aliran Sungai Bengawan Solo.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Google Maps
Lukisan Gesang di Jalan Bedoyo Solo 

Namun karena pernah tinggal di Kemlayan Serengan Solo, sosok Gesang turut dikenang hingga dibuatkan lukisannya di Jalan Bedoyo.

Lukisan Gesang di Jalan Bedoyo Solo
Lukisan Gesang di Jalan Bedoyo Solo (Google Maps)

Gesang lahir di Solo 1 Oktober 1917, dan meninggal dunia pada 20 Mei 2010.

Jasadnya dimakamkan di TPU Pracimaloyo, Makamhaji, Sukoharjo, Surakarta, Jawa Tengah.

Sebenarnya, keluarga mendiang Gesang mendapat tawaran dari Kodim 0735 Surakarta untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa, Jurug, Solo.

Namun, keluarga tidak bersedia karena almarhum pernah berpesan untuk dimakamkan di makam keluarga yang berlokasi di TPU Pracimoloyo.

Mendiang Gesang tak memiliki keturunan meski pernah menjalani rumah tangga selama 22 tahun dengan wanita bernama Walinah.

Ia jatuh bangun membangun kariernya sebagai penyanyi dan pencipta lagu, dan karya-karyanya kini masih terus dikenang.

Makam Gesang yang terletak di Komplek Makam Haji, Kartasura, Sukoharjo.
Makam Gesang yang terletak di Komplek Makam Haji, Kartasura, Sukoharjo. (TRIBUNSOLO.COM)

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved