Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sragen

Misteri Batu Sendang Betong di Sambirejo Sragen Jateng, Alat Berat Yang Memindahkan Nyaris Terbalik

Pemerintah Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen ingin mengembangkan potensi Sendang Betong yang ada di desanya.

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Septiana Ayu
Sedang Betong, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Pemerintah Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen ingin mengembangkan potensi Sendang Betong yang ada di desanya untuk dijadikan sebagai objek wisata.

Proses pembangunan pun kini mulai dilakukan.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Jambeyan, Kusmanto (62) menceritakan saat proses pembangunan terdapat beberapa keanehan.

Dimana, pihaknya awalnya berencana membuat tampungan air di dekat Sendang Betong.

Namun, pada proses penggalian, ia ternyata menemukan sumber mata air yang lain.

Baca juga: Dibalik Hilangnya Barang di Sendang Betong Sragen Jateng, Warga Percaya Ada Sungai Bawah Tanah

"Saya gali, padahal itu bukan sumber mata air utama, rencana hanya membuat tampungan air dari sendang itu, pas digali tiba-tiba sudah keluar sumbernya," katanya kepada TribunSolo.com.

"Anehnya setelah digali, sumber di sendang utama malah tambah besar," tambahnya.

Tak sampai di situ, pada saat itu, Kusmanto juga menemukan batu yang tidak bisa pecah dan tidak bisa dipindahkan dengan alat berat.

Batu tersebut diperkirakan memiliki panjang 1,5 meter, dengan lebar 60 cm, dan tinggi sekitar 70 cm.

"Batunya menyerupai emas, lalu dibersihkan, ternyata batu, itu ditemukan pada saat penggalian," ujarnya.

Baca juga: Misteri Sendang Betong di Sragen Jateng, Tiap Barang Jatuh ke Sendang, Muncul 2,5 Km di Lokasi Lain

Lanjutnya, pada saat alat berat tersebut hendak memindahkan batu tersebut, malah alat beratnya yang hampir terbalik.

Batu tersebut menurutnya tidak bisa diambil, bahkan membuat para pekerja hampir putus asa.

"Alat beratnya tidak bisa menembus, hanya ambles, tapi tidak mau pecah, malah alat beratnya yang mau terbalik, tidak bisa diambil batunya, yang bekerja mau putus asa," terang dia.

"Tanah yang ada di bawah itu sudah dikeruk, bawahnya sudah gantung, tapi tidak bisa lepas," sambungnya.

Karena tidak bisa dipindahkan, akhirnya batu tersebut tetap berada di tempatnya, dan kiri berada di dalam kolam.

(*) 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved