Berita Klaten
Kisah Bu Tika Guru Kelas Jauh Klaten Jateng, Sakit Telinga, Semangat Cerdaskan Anak Bangsa Tak Padam
Mengajar kelas jauh merupakan salah satu tanggungjawab yang diemban guru SMAN 1 Karangnongko.
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Mengajar kelas jauh merupakan salah satu tanggungjawab yang diemban guru SMAN 1 Karangnongko.
Bagaimana tidak, jarak SMAN 1 Karangnongko dengan kelas jauh yang berada di Desa Tlogowatu Kecamatan Kemalang ini berjarak sekitar 12 Km.
Salah seorang guru pengajar ialah Intarti Tri Rahayu (54).
Ia merupakan guru matematika.
Selama 3 tahun terakhir, ia ikut mengajar di kelas jauh.
Baca juga: Kelas Jauh di Klaten Jateng Dimulai, 117 Siswa Baru Belajar di Rumah Warga, Guru Tempuh Jarak 12 Km
"Ini dijadwal, jadi ketika kita ada jam di sini otomatis kosong jam di sana," ujar Bu Tika, panggilan akrabnya.
Ia menjelaskan mekanisme waktu mengajar.
Misal pada jam pertama dan kedua di sekolah bawah, maka jam ketiga dan keempat kosong.
"Jam kelima dan keenam di sini (kelas jauh)," jelas dia.
"Demi anak bangsa kok," tambahnya.
Untuk menuju kelas jauh, ia setidaknya memerlukan waktu setengah jam dari sekolah induk yang berada di Kecamatan Karangnongko.
Pada tahun pertama, ia sempat kelelahan secara fisik.
"Sempat 5 bulan (awal), merasakan telinga sakit," ucapnya.
Baca juga: Potret Kelas Jauh SMA di Klaten Jateng, Bertempat di Rumah Warga dan Aula Balai Desa
Iapun mengkonsultasikan ke dokter, namun sekarang sudah normal.
"Bawa minum hangat, dengan tekat bulat sembuh juga," ujarnya.
Ketimbang duka, perempuan yang akrab disapa Bu Tika itu, mengatakan banyak sukanya ketika mengajar kelas jauh.
"Insyaallah (dapat) surga, banyak tetangganya," ucapnya.
Dia yang tinggal tidak jauh dari sekolah induk merasa bersyukur, karena masih ada beberapa rekan lain yang tinggal lebih jauh dari dirinya.
"Alhamdulillah gak perlu banyak waktu tempuh. Kalau teman itu ada yang dari Gunungkidul, otomatis jauh (jarak tempuh). Kartasura juga ada," ungkapnya.
Baca juga: Cerita Siswa Kelas Jauh SMA di Tlogowatu Klaten Jateng, Gunakan Rumah Warga Jadi Kelas
Adapun beberapa teman mengeluh, namun menurutnya itu hal yang manusiawi.
"Tapi ketika ingat sumpah janji siap diletakkan dimanapun, ya ilang kui (keluhan). Kita masih punya teman-teman yang lebih rekoso lagi kok," ucapnya.
"Ini gak terlalu, jalannya oke (mudah)," imbuhnya.
Ia berharap adanya pemerataan pendidikan, agar anak-anak dapat tumbuh lebih baik.
"Kita melihat minat sekolah anak disni tumbuh, semangat untuk saingan di (sekolah induk)sana tumbuh. Antusias (anak bersekolah) tinggi," pungkasnya.
(*)
Klaten Segera Punya SLB Negeri, Disdikbud Jateng Sudah Ajukan Permohonan ke Pemerintah Pusat |
![]() |
---|
AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo Resmi Jabat Kapolres Klaten, Gantikan AKBP Warsono |
![]() |
---|
Diterjang Hujan Angin, Tenda Acara dan Papan Baliho di Cawas Klaten Ambruk |
![]() |
---|
Kisah Bocah di Klaten Buang HP ke Sumur, Marah Gegara HP Mati, Damkar Turun Tangan |
![]() |
---|
Susah Payah Damkar Klaten 1 Jam Ambil HP yang Dilempar Anak ke Sumur, saat Diangkat Kondisinya Rusak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.