KDRT Maut di Solo
Warga Banjarsari Solo Tewas di-KDRT Suami : Baru Sebulan Nikah, Sejak Pacaran Dapat Perlakuan Kasar
Awalnya pihak keluarga dan kerabat sudah mulai curiga dengan kondisi VH saat dilarikan ke rumah sakit karena terdapat sejumlah luka lebam
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Rifatun Nadhiroh
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - VH (42) warga Sumber, Banjarsari, Solo meninggal dunia usai menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya sendiri, AS (47) pada Minggu (18/8/2024) dini hari.
Salah satu rekan sesama kader Perindo Solo dari korban bernama Sari menjelaskan bahwa korban dan pelaku baru beberapa minggu menikah.
Lebih lanjut Sari mengungkapkan awalnya pihak keluarga dan kerabat sudah mulai curiga dengan kondisi VH saat dilarikan ke rumah sakit karena terdapat sejumlah luka lebam di tubuh korban.
Baca juga: Sebelum Meninggal, Istri Korban KDRT Maut di Solo Jateng Sempat Mendapat Perawatan Medis
"Jadi saya dikirimi sama kerabatnya. Foto korban setelah dinyatakan meningal dirumah sakit. Dimana banyak luka lebam pada tubuh korban. Kemudian dapat info bahwa korban dilarikan ke rumah sakit karena menjadi korban KDRT oleh suaminya," terang Sari.
Saat prosesi pemakaman, Sari sempat ingin memastikan kondisi korban ketika masih di rumah duka pada Senin (19/8/2024) lalu.
"Tapi keburu dikafani, sehingga saya tidak lihat wajahnya. Cuma saya dengar dari tetangga kalau almarhum meninggal karena jadi korban KRDT suaminya," tambahnya.
Sari juga sempat mendatangi adik korban untuk memastikan penyebab VH sampai harus dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia.
Ia mendapati bahwa ternyata rekannya tersebut menjadi korban KDRT yang dilakukan oleh suaminya.
Namun demikian, saat keluarga korban akan melapor ke pihak kepolisian, pelaku sempat mengancam.
Baca juga: Kejamnya Suami di Solo Jateng Aniaya Istri hingga Tewas, Korban Didorong Sampai Membentur Kursi
"Saya juga tanya adiknya, ternyata juga mengiyakan. Sempat mau buat laporan (ke Polisi) namun tidak takut, karena mendapat ancaman," imbuh Sari.
Dalam kesempatan yang sama, Sari menerangkan bahwa korban dan pelaku baru saja menjalani mahligai rumah tangga.
Keduanya menikah pada 25 Juli 2024 lalu.
"Jadi teman saya ini statusnya janda, kemudian dapat suami duda anak 1. Tidak tahu persis awal mulanya perkenalan seperti apa. Cuma sudah lama kenal. Kemudian ada rencana menikah itu. Jadi dia sampai mualaf juga untuk menikah itu. Karena dulunya Kristen, kemudian suaminya Islam," tutur Sari.
"Sempat saya tanya, kok tidak kabar-kabar, dirinya malah bilang kalau acaranya cuma kecil-kecilan, jadi cuma untuk kalangan keluarga saja. Ya sudah saya tidak masalah soal itu," lanjutnya.
Kondisi Terdakwa Kasus KDRT Istri hingga Tewas di Solo, Sering Linglung dan Masih Terpukul |
![]() |
---|
Terdakwa KDRT Maut di Solo Disebut Minta Maaf ke Keluarga Istri, Sempat Salami Adik Ipar |
![]() |
---|
Sidang Kasus KDRT Maut di Solo, Teka-teki Korban Pukul Pelaku dengan Sapu Hingga Patah Tak Terjawab |
![]() |
---|
MOMEN Sidang Lanjutan Kasus KDRT Maut di Solo, Terdakwa Sempat Salami Adik Ipar Sebelum Balik ke Sel |
![]() |
---|
Sidang Lanjutan Kasus KDRT Maut di Solo, Pengacara Terdakwa Sebut Kliennya Tak Berniat Habisi Korban |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.