Stigma Solo sebagai Sarang Teroris

Terganjal Stigma yang Melekat, Eks Napiter dan Keluarga Klaim Masih Kerap Terima Diskriminasi

Diskriminasi diklaim masih kerap dirasakan para mantan narapidana terorisme (napiter) dan keluarganya.

Tayang:
TribunSolo.com/Tri Widodo
Ilustrasi Densus 88 berjaga-jaga di luar kediaman terduga teroris 

“Alhamdulillah bisa diterima walaupun masyarakat tidak semua bisa terima. Suaminya masih dipenjara tapi komunikasi intens. Anak-anak sekolah,” jelasnya.

Namun, tantangan yang dihadapi mantan napiter tidak hanya mengenai penerimaan masyarakat.

Mereka kerap kesulitan mendapatkan pekerjaan karena stigma yang terlanjur melekat.

“Problem muncul sudah diterima. Tidak sederhana eks napiter mau kerja apa. Kita mulai apa yang kira-kira bisa mereka lakukan. Kalau mau berdagang kita komunikasikan. Kalau maunya bekerja kita komunikasikan. Alhamdulillah ada yang bekerja jadi satpam,” tuturnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved