Benarkah Mandi Saat Berkeringat Bisa Sebabkan Serangan Jantung? Simak Penjelasannya

Ada baiknya mandi tidak perlu terlalu lama, disarankan sekitar 10 menit saja dan setelah mandi juga perlu menggunakan lotion pelembab

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Rifatun Nadhiroh
(Thinkstockphotos.com)
Ilustrasi Mandi saat berkeringat 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Mandi saat berkeringat bisa berbahaya bagi tubuh. Bahkan Dokter Umum RS JIH Solo, dr. Yulianna Cahya Nuraini, mengemukakan bahkan dalam kondisi tertentu seseorang bisa terkena serangan jantung karena cuaca dingin, air dingin, atau obat-obatan yang meningkatkan kontraksi/spasme arteri koroner dapat memicu terjadinya angina prinzmetal.

"Bisa berakibat kram atau mungkin bisa sampai serangan jantung. Karena pembuluh darah tidak bisa mengimbangi perputaran darah dari jantung ke pembuluh darah. Ada baiknya dilakukan pendinginan dulu,” jelasnya.

Olahraga membuat detak jantung meningkat, pembuluh darah di tubuh melebar, otot di tubuh aktif berkontraksi, dan kelenjar di tubuh mengeluarkan keringat.

Seseorang perlu menghindari penurunan suhu yang ekstrim dalam kondisi ini. 

Baca juga: Biduran Karena Udara Dingin? Simak Langkah Antisipasinya Menurut Dokter Umum RS JIH Solo!

“Ada mekanisme tubuh ketika olahraga detak jantungnya menjadi semakin cepat. Pembuluh darah semakin melebar. Otot masih kontraksi. Kelenjar keringat masih aktif,” tuturnya.

Tubuh perlu pelan-pelan beradaptasi setelah aktivitas olahraga dilakukan. Ia pun menyarankan agar dilakukan pendinginan setelah olahraga selesai.

Selain itu, udara atau cuaca panas juga bisa menyebabkan berkeringat karena hal tersebut merupakan mekanisme tubuh untuk menurunkan suhu di dalam tubuh. Mandi sebaiknya dilakukan beberapa saat setelah tubuh sudah tidak banyak mengeluarkan keringat lagi. 

“Ketika olahraganya selesai, suhu tubuh tidak langsung turun. Akan tetapi penurunan suhu tubuh terjadi secara perlahan. Makanya setelah olahraga butuh pendinginan dulu,” jelasnya.

Jika pendinginan sudah dilakukan, mandi air dingin bisa dilakukan. Dengan demikian tubuh tidak menerima perubahan suhu yang ekstrim.

Bahkan mandi dengan air hangat juga diperbolehkan setelah melakukan aktivitas berat ataupun olahraga, asalkan dilakukan dengan jeda sekitar 20-30 menit setelahnya karena perlu dilakukan penyesuaian suhu tubuh. 

Mandi dengan air hangat dapat merelaksasikan otot, mencegah pori-pori kulit tersumbat, membersihkan kulit dari bakteri, dan mengurangi stress serta memperbaiki mood.

Baca juga: Jangan Oleskan Pasta Gigi pada Luka Bakar! Ini Alasan dan Hal-hal yang Harusnya Dilakukan

Ada baiknya mandi tidak perlu terlalu lama, disarankan sekitar 10 menit saja dan setelah mandi juga perlu menggunakan lotion pelembab karena mandi air hangat dapat menghilangkan kelembaban kulit sehingga kulit menjadi kering. 

"Kalau suhu masih tinggi habis berolahraga, kemudian tiba-tiba diguyur air dingin itu kan jadinya suhunya berlawanan,"

"Tubuh belum siap menerima suhu dari luar. Jika dirasa suhunya sudah turun, maka mandi dengan air dingin diperbolehkan,” terangnya.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved