Berita Solo

Kongres ISEI di Solo Jateng, Usulkan Ada Kementerian Sandang Atasi Pabrik Tekstil Bertumbangan

Keberadaan Kementerian Sandang disebut dibutuhkan, Ini akan diusulkan di Kongres ISEI XXII yang akan digelar di Solo.

Tayang:
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surakarta Lukman Hakim. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kongres ISEI XXII akan dilaksanakan di Alila Hotel Solo pada 19-21 September 2024 dengan mengangkat tema “Memperkuat Fondasi Transformasi Ekonomi dan Kebijakan Publik yang Berkelanjutan”.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surakarta Lukman Hakim mengungkapkan, pihaknya akan mengusulkan Kementerian Sandang untuk mengatasi pabrik tekstil yang kini sedang bertumbangan.

“ISEI Surakarta mengusulkan ada kementerian sandang. Sedikit banyak akan membantu bagaimana mengurai masalah yang dihadapi tekstil di Indonesia pada umumnya dan Solo pada khususnya,” ungkapnya saat ditemui di Adem Ayem Resto, Kamis (12/9/2024).

Selama ini masalah di industri tekstil sering tidak terselesaikan karena kewenangannya yang terbatas.

Negosiasi sulit dilakukan jika berhubungan dengan kewenangan yang lebih tinggi.

“Yang kita lupa ketahanan sandang. Yang mengelola tekstil itu levelnya direktur di kementerian. Dia nggak bisa negosiasi PLN. Padahal input utama pabrik tekstil adalah listrik,” tuturnya.

Baca juga: Pabrik Garmen dan Tekstil di Jawa Tengah Bertumbangan, Sebanyak 46 Ribu Pekerja Kena PHK

Menurutnya sejumlah negara telah memberi perhatian lebih pada industri sandang mereka. Maka tidak heran India dan China, misalnya bisa merajai pasar tekstil global.

“Ini dibutuhkan lembaga setingkat menteri. Seperti di India, China itu kementerian tekstil mengelola ketahanan sandang,” ungkapnya.

Kini pabrik tekstil cukup berat menghadapi gempuran produk impor. Belum lagi kenaikan bahan baku akibat kondisi ekonomi global.

“Dulu kebanggaan. Sekarang apa yang mau dibanggakan. Utangnya banyak hidupnya aja berat sekali kaya Sritex,” terangnya.

Ia berharap industri tekstil diberi perhatian lebih untuk menahan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi di berbagai daerah.

“Kita berharap ada perhatian serius ketahanan sandang. Solo Raya pusatnya industri tekstil. Kita menyaksikan pada bergelimpangan,” tuturnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved