Berita Sukoharjo
Panen Raya di Musim Kemarau, Petani Jambu Desa Pranan Sukoharjo Full Senyum
Petani Jambu air di Desa Pranan Sukoharjo Jateng full senyum rasakan panen raya di tengah musim kemarau panjang.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Andreas Chris Febrianto
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Musim kemarau panjang yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia ternyata tidak berdampak buruk pada warga Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.
Berbeda dengan daerah lain yang mengalami kesulitan air dan gagal panen, warga Desa Pranan justru berhasil mempertahankan produktivitas pertaniannya.
Meski melewati musim kemarau yang cukup panjang, para petani di desa tersebut tetap dapat merasakan hasil kerja keras mereka. Para petani jambu di Desa Pranan tengah memasuki masa panen raya dengan hasil yang melimpah.
Hal ini menjadi kabar gembira bagi warga setempat yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian, khususnya budidaya jambu air.
Di Desa Pranan sendiri yang ditanam ada dua jenis Jambu, yakni jambu Wulung dan Jambu Citra. Jambu Wulung dan Jambu Citra ini mempunyai fisik dan rasa yang berbeda.
Baca juga: Petani di Tlogolele Boyolali Gunakan Sensor Tanah, Biaya Produksi Ditekankan, Panen Melimpah
Namun warga Desa Pranan memilih menjual jambu wulung dikarenakan warna merah yang bisa menarik pelanggan juga bisa menghasilkan jambu yang lebih banyak.
Salah seorang petani, Yanu Sasono mengatakan panen jambu di Desa Pranan ini bisa berlangsung 1 tahun 2 kali panen.
"Kalau ditempat saya ini luas tanah 1500-an, dengan total 11 batang pohon jambu, 10 pohon jambu wulung dan satu jambu Citra," kata Yanu, Rabu (18/9/2024).
Ia juga menjelaskan, di Desa Pranan ini terkenal dengan Desa Jambu sehingga para warga di setiap halaman rumah ada 1 hingga 3 pohon jambu.
"Di Desa Pranan ini kan diutamakan untuk tanam jambu, karena penghasilannya terbilang lumayan baik," ujarnya.
Meski telah subur dengan baik, Yanu menyebut jika setiap pohon jambu tidak dirawat, pohon jambu itu bakal tidak bisa panen.
"Makanya ini, perawatannya juga rutin baik pemupukan pemangkasan gitu rutin," paparnya.
Lebih lanjut, panen ditempatnya ini bisa panen dua kali, meski musim kemarau.
Baca juga: Oktober Diprediksi Sudah Masuk Musim Penghujan, Jadi Harapan untuk Petani di Wonogiri Jateng
"Untuk perairan biasanya di sawah airnya cukup, tetapi kalau warga-warga yang mempunyai pohon jambu di halaman rumahnya hanya cukup penyemprotan dengan air," terang Yanu.
| Kemarau Masih Jadi Penyebab Terbanyak Kebakaran di Sukoharjo Sepanjang Tahun 2024 |
|
|---|
| Lagi Asyik Nonton Konser Tipe-X di Alun-alun Sukoharjo Jateng, 52 HP Penonton Dilaporkan Hilang |
|
|---|
| Peringati Hari Sumpah Pemuda : Ratusan Pemuda di Desa Pranan Sukoharjo Jateng Bersih-bersih Sungai |
|
|---|
| Akun Fufufafa Masih Dibicarakan Meski Gibran jadi Wapres Prabowo, Ini Kata Ketua DPD Gerindra Jateng |
|
|---|
| Cerita Menteri Budi Santoso Semasa Sekolah di SMAN 1 Sukoharjo, Pernah Dihukum Guru Bahasa Inggris |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Potrait-Petani-Jambu-di-Desa-Pranan-panen-jambu.jpg)