Pilkada Boyolali 2024

Video Pantarlih Jerukan Boyolali Viral, Diduga Dukung Salah Satu Paslon?

Viral diduga video momen detik-detik petugas Pantarlih di Boyolali beri dukungan pada salah satu paslon bupati ramai di media sosial.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Andreas Chris Febrianto
TribunSolo.com/Tiktok
Video viral diduga petugas Pantarlih di Boyolali tidak netral dan mendukung salah satu Paslon Cabup dan Cawabup di Pilkada Boyolali Jateng 2024. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI -  Video yang identik dengan  Petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) memberikan dukungan kepada kontestasi Pilkada Boyolali Jateng 2024 beredar di Media sosial TikTok.

Dalam video itu, beberapa orang petugas yang mengenakan seragam dan kompak mengaku Pantarlih Desa Jerukan, Kecamatan Juwangi.

"Kami Pantarlih Desa Jerukan, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Siap menyampaikan salam perubahan pada masyarakat Jerukan. Perubahan. Yes," ucapan kompak beberapa orang dalam video itu.

Viralnya video itu pun ditanggapi KPU Boyolali.

Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih (Sosdiklih) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Boyolali Nyuwardi mengaku kaget dengan video Pantarlih yang viral itu.

Karena memang, jauh hari sebelumnya, pihaknya telah mengeluarkan surat dinas kepada jajarannya hingga tingkat desa untuk bersikap netral dan tak berpendapat apapun terkait dengan pilkada.

Baca juga: Sesepuh PDIP Boyolali Soal Intimidasi ke Marsono - Saifulhaq di Pilkada Boyolali Jateng: Do Mandeko

"Tentu kita konfirmasi, klarifikasi secara internal melalui PPK. Dan menyikapi hal itu. Kita kirimkan sebuah catatan kepada penyelenggara pemilu untuk tidak lagi berpendapat terkait lagi dengan isu-isu politik," jelas Nyuwardi.

Viralnya pantarlih ini menjadi pelajaran penting bagi KPU. Pihaknya pun akan lebih selektif lagi dalam pembentukan badan ad hoc penyelenggara pemilu.

Dimana, saat ini KPU juga tengah melakukan pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan suara (KPPS).

"Dalam pembentukan badan edhoc ini, lebih memprioritaskan untuk temen-temen yang tak terafiliasi atau tidak punya kepentingan dengan agenda pasangan calon," katanya 

Menurutnya Pantarlih sebenarnya akan diprioritaskan untuk menjadi KPPS.

Namum, setelah munculnya video ini, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pantarlih agar benar-benar bersih.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Boyolali, Widodo mengaku juga menyayangkan video itu. Pasalnya, pemeran video itu mengenakan seragam dan mengucapkan sebagai Pantarlih yang terkesan mendukung bakal calon Bupati tertentu.

"Kami membentuk tim penelusuran. Tapi hasilnya masih dalam proses pengkajian," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved