Berita Karanganyar

Demo di Depan Kantor DPRD Karanganyar, Petani dan Mahasiswa Bawa 4 Tuntutan

Puluhan aliansi masyarakat dari petani hingga mahasiswa gelar aksi demo Nati Tani Nasional 2023.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Puluhan petani dan mahasiswa lakukan demonstrasi di Kantor DPRD Karanganyar, Selasa (24/9/2024) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Puluhan kelompok masyarakat yang terdiri dari petani dan mahasiswa menggelkar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Karanganyar, Selasa (24/9/2024) siang.

Aksi demonstrasi dari puluhan petani dan mahasiswa tersebut dilakukan tepat pada peringatan Hari Tani Nasional.

Berdasarkan pantauan TribunSolo.com, rombongan petani tiba di kantor DPRD Karanganyar, pukul 10.40 WIB 

Rombongan ini terdiri perwakilan petani dan mahasiswa. Mereka terdiri dari Serikat Tani Bumi Intanpari - Aliansi Gerakan Reforma Agraria (Sertabumi - AGRA), Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Karanganyar, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Surakarta, Front Mahasiswa Nasional (FMN) UNS, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) FP UNS, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FP, dan League of Social Studies & Research (LSSR).

Salah satu seruan oleh pengunjuk rasa adalah penentangan terkait monopoli air yang diduga dilakukan oleh PUDAM Tirta Lawu.

Baca juga: Buntut Kasus Santri Ponpes Az-Zayadiyy Tewas, Beredar Isu Ada Korban Perundungan Sampai Koma

Selain itu mereka juga meminta untuk menurunkan harga pupuk yang tinggi dan langka, serta harga gabah yang turun dan merugikan para petani.

Dalam aksi ini, ada 4 poin yang diangkat dan menjadi tuntutan mereka. Berikut 4 poin tuntutan mereka:

1. Hentikan monopoli air oleh PUDAM dengan menerbitkan perda yang menjamin sumber mata air untuk petani.

2. Menjamin ketersedian pupuk dengan harga terjangkau untuk petani.

3. Membuat regulasi stabilisasi harga gabah yang mengutungkan petani, dan mendorong BULOG untuk menyerap hasil panen dari petani langsung serta menjamin harga komoditas petani holtikultura dan menyediakan akses pasar seluas-luasnya.

4. Alokasi anggaran untuk pembangunan irigasi pertanian dan jalan usaha tani yang berkeadilan dan bebas dari politisasi.

Upaya mereka pun membuahkan hasil usai dipersilahkan untuk masuk dan menyampaikan perwakilan DPRD Karanganyar.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved