Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo

Kisah Pembawa Obor Peparnas 2024, Tertabrak Truk Hingga Diamputasi Saat Umur 5 Tahun

Kisah Anas Mustofa, pembawa obor Peparnas XVII Jateng 2024 yang ternyata harus diamputasi saat usia 5 tahun karena insiden kecelakaan truk.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Pembawa Obor Peparnas XVII, M. Anas Mustofa saat upacara pembukaan di Stadion Manahan, Minggu (7/10/2024). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pembawa Obor Peparnas XVII, M. Anas Mustofa memiliki kisah menyedihkan sebelum berkarir menjadi atlet paralimpiade di usia yang cukup belia. 

Akibat terlibat insiden kecelakaan, Anas yang masih berusia 5 tahun pada tahun 2015 silam harus menerima nasib kehilangan kakinya.

Ia di umur 5 tahun terlibat kecelakaan sehingga terpaksa harus mengamputasi kakinya.

“Tahun 2015 saya lagi main sama teman-teman. Ada truk masuk desa mau setor pasir,” ungkapnya saat ditemui Senin (6/10/2024).

Truk pasir tersebut menabraknya sehingga membuat ia harus dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, ia harus merelakan kaki kanannya.

“Aku di pinggir jalan kayanya nggak lihat ada anak kecil. Nabrak langsung bawa ke rumah sakit. Masih umur 5 tahun,” jelasnya.

Saat menginjak kelas 1 SMP ia diajak salah satu atlet paralimpiade. Waktu itu ia tidak memiliki skill apa pun mengenai tenis meja.

“Mulai 2022 waktu kelas 1 SMP. Diajak salah satu atlet tenis meja usia 12 tahun,” tuturnya.

Baca juga: Sulawesi Barat Hanya Kirim 1 Atlet ke Peparnas XVII di Solo Jateng, Bagaimana Respons Menpora?

Latihan yang tekun dan kemauan yang kuat ternyata membawanya meraih prestasi dua tahun kemudian. Baru-baru ini ia berhasil membawa pulang emas di Pekan Paralimpiade Pelajar Daerah (Pepaperda) Jawa Tengah di Solo.

“Pepaperda dapat emas,” jelasnya.

Ia pun mengungkapkan ingin segera berlaga di event berskala nasional. Tahun ini ia belum berkesempatan ikut Peparnas XVII. Namun ia mematok target bisa meraih emas di Peparnas berikutnya XVIII.

“Pengen membanggakan orang tua. Langsung emas,” tuturnya.

Saat diminta menjadi pembawa obor saat upacara pembukaan, ia langsung bersedia. Apalagi dilihat langsung oleh Presiden Jokowi.

“Itu kan di asrama ada bapak asrama. Ditelpon disuruh membawa obor. Mau banget. Bisa dilihat presiden bisa dilihat banyak orang,” jelasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved