Berita Sragen
Daripada Berujung Masalah, Warga Sragen Diminta Tak Pasang Knalpot Brong Saat Ikut Kampanye
Jelang kampanye terbuka Pilkada Sragen 2024 digelar, Polres Sragen gencar sosialisasikan aturan zero knalpot brong untuk jaga ketertiban bersama.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Andreas Chris Febrianto
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Pilkada 2024 kini sedang memasuki tahapan masa kampanye.
Dimana, dalam masa kampanye, para pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sragen diberi kesempatan melakukan kampanye terbuka hanya sekali.
Meski begitu, hingga kini, belum keluar jadwal kapan para paslon Bupati dan Wakil Bupati Sragen akan menggelar kampanye terbuka, yang diperkirakan akan mengumpulkan ribuan orang tersebut.
Agar pesta demokrasi lima tahun sekali ini berjalan dengan aman, maka sejumlah pihak telah melakukan berbagai antisipasi.
Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi mengatakan hal yang perlu diantisipasi adalah penggunaan knalpot brong.
Oleh karena itu, AKBP Petrus mengimbau kepada para pendukung kontestan Pilkada, baik calon bupati/wakil bupati atau calon gubernur/wakil gubernur untuk tidak memasang knalpot brong saat mengikuti kampanye.
Penggunaan knalpot brong perlu dihindari, agar tidak berujung masalah.
"Tentu kami melalui jajaran, baik itu Satlantas hingga ke Bhabinkamtibmas yang berada di tiap-tiap desa, selalu mengimbau agar pada saat kampanye ataupun kapan saja, tidak lagi menggunakan knalpot brong," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (14/10/2024).
Baca juga: Masa Kampanye Pilkada 2024 di Sukoharjo Jateng, Sebanyak 4.028 Knalpot Brong Dimusnahkan
Ya, seperti diketahui bersama, penggunaan knalpot brong, suaranya sangat mengganggu kenyamanan banyak orang.
"Apalagi kalau melintas di depan rumah sakit, bayangkan keluarga kita sendiri yang sakit, bahkan ketika mendengar itu, bukan keluarga kita yang sembuh, tapi malah tambah sakit," terangnya.
"Saya minta juga agar kita saling menghormati, apapun pilihan dan apapun dukungan kepada kontestan tertentu, kita saling hormati," tambahnya.
(*)
| Modus Wanita Lulusan SMA Asal Sragen Jadi Dokter Gadungan di Bantul: Tipu Korban hingga Rp 538 Juta |
|
|---|
| Seorang Warga Sragen Nekat Jadi Dokter Gadungan di Bantul: Pasien Divonis HIV, Raup Setengah Miliar |
|
|---|
| Kecelakaan Maut Motor vs Truk Terjadi di Ngarum Sragen, Satu Orang Meninggal Dunia |
|
|---|
| Dapur Rumah Warga Sragen Terbakar, Api Tak Merembet Berkat Teriakan Minta Tolong Tetangga |
|
|---|
| Ditinggal Pergi Belanja, Dapur Rumah Warga Desa Mojorejo Sragen Ludes Terbakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Simpatisan-pendukung-Paslon-02-menggelar.jpg)