Berita Sragen
Program Seragam Sekolah Gratis Bisa Sedot Rp 16,7 Miliar APBD Sragen, Begini Kata Pencetusnya
Program seragam sekolah gratis di Kabupaten Sragen bisa sedot APBD mencapai Rp 16,7 miliar, pencetus program sebut tak masalah demi masyarakat.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Andreas Chris Febrianto
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Program seragam sekolah gratis untuk siswa kurang mampu di Kabupaten Sragen bukanlah hal baru lantaran telah berjalan sejak tahun 2022 silam.
Gagasan lahirnya program seragam gratis diinisiasi oleh anggota DPRD Sragen dari Partai Golkar, Pujono Elli Bayu Efendi.
Bayu, sapaannya saat ditemui TribunSolo.com mengatakan bahwa gagasan itu muncul Ketika dirinya didatangi ibu-ibu yang mengeluh Ketika masa pendaftaran siswa baru.
Para ibu-ibu itu mengeluh lantaran biaya pembelian kain seragam dinilai terlalu mahal lantaran bisa menghabiskan uang mencapai Rp 1,2 juta, belum termasuk biaya jahit.
"Yang datang ratusan silih berganti, kebanyakan baru masyarakat kota, di Sragen Kulon ini saja, KK miskin masih 800an KK," kata Bayu kepada TribunSolo.com, Jumat (18/10/2024).
"Sehingga saya amat kewalahan menghadapi keluhan, maka saya punya ide gagasan bagaimana saya bisa meringankan beban mereka," tambahnya.
Baca juga: Ironi Atlet Disabilitas Asal Sragen, Sering Bawa Pulang Medali Tapi Minim Perhatian
Saat berkesempatan berkunjung ke sejumlah kota, Bayu memanfaatkan momen itu untuk studi banding dan ternyata program seragam sekolah gratis telah berjalan di Kabupaten Brebes Jawa Tengah (Jateng).
Sepulangnya ke Sragen, Bayu pun berupaya untuk mendiskusikan permasalahan tersebut kepada sejumlah pihak baik Sekretaris Daerah (Sekda) yang kala itu dijabat oleh Tatag Prabawanto dan sejumlah pihak lainnya.
"Terus ke Dinas Pendidikan, waktu itu masih kepala dinasnya masih Pak Suwardi, terus saya sampaikan ke Bupati," ujarnya.
"Saya tunjukkan, Kabupaten lain bisa, maka saya disetujui untuk memasukkan ke anggaran, saya hanya memasukkan ke dalam anggaran saja, karena DPRD tidak punya fungsi penggunaan anggaran, tahun 2021 saya masukkan, tahun 2022 keluar, dan dibagikan," sambungnya.
Pada tahap pertama, Bayu menarget bisa membagikan satu stel seragam gratis ke 10.000 siswa kurang mampu.
Namun, anggaran yang dialokasikan hanya cukup untuk dibagikan kepada 8.900-an siswa kurang mampu.
Bayu menambahkan 1 stel seragam jadi yang dibagikan kepada siswa berkisar antara Rp 150.000 - Rp 165.000.
"Jika diambil Rp 165.000 dikali empat stel itu biayanya tidak sampai Rp 700.000," singkatnya.
| Modus Wanita Lulusan SMA Asal Sragen Jadi Dokter Gadungan di Bantul: Tipu Korban hingga Rp 538 Juta |
|
|---|
| Seorang Warga Sragen Nekat Jadi Dokter Gadungan di Bantul: Pasien Divonis HIV, Raup Setengah Miliar |
|
|---|
| Kecelakaan Maut Motor vs Truk Terjadi di Ngarum Sragen, Satu Orang Meninggal Dunia |
|
|---|
| Dapur Rumah Warga Sragen Terbakar, Api Tak Merembet Berkat Teriakan Minta Tolong Tetangga |
|
|---|
| Ditinggal Pergi Belanja, Dapur Rumah Warga Desa Mojorejo Sragen Ludes Terbakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Orang-tua-siswa-mencari-kebutuhan-seragam.jpg)