Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Hasto PDIP Tersangka KPK

Siapa Hasto Kristiyanto? Sekjen PDIP yang Jadi Tersangka KPK, Mertuanya Warga Sukoharjo Jateng

Hasto Kristiyanto lahir di Yogyakarta pada 7 Juli 1966, dari pasangan Antonius Krido Pardjono dan Yohana Sutami. 

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
(KOMPAS.com/Fika Nurul Ulya)
Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto saat ditemui dalam Rakornas Pijar di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/12/2023). 

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto sebagai tersangka terkait dugaan suap yang melibatkan mantan calon anggota legislatif (caleg) PDIP, Harun Masiku. 

KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka pada 23 Desember 2024 melalui Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) dengan nomor Sprin. Dik/-153/DIK.00/01/12/2024.

Sumber yang mendalami perkara ini menyebutkan bahwa ekspose atau gelar perkara terhadap Hasto Kristiyanto dilakukan oleh pimpinan KPK pada 20 Desember 2024. 

Baca juga: Hasto Tersangka KPK, PDIP Tuding Ada yang Mau Ambil Alih Partai, Jokowi Sudah Bantah di Solo

Adapun Hasto dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Profil Hasto Kristiyanto

Hasto Kristiyanto lahir di Yogyakarta pada 7 Juli 1966, dari pasangan Antonius Krido Pardjono dan Yohana Sutami. 

Menurut keterangan keluarga, ia menikah dengan Maria Stefani Ekowati dan dikaruniai dua anak. 

Hasto mengawali perjalanan akademisnya di Sekolah Dasar dengan ketertarikan pada cerita wayang, yang mengarahkannya pada minat mendalam terhadap budaya Jawa, khususnya kisah Mahabharata yang mengisahkan konflik antara kebenaran dan kebatilan.

Baca juga: Hasto Kristiyanto Tegaskan Jokowi, Bobby, dan Gibran Bukan Lagi Bagian PDIP Meski Masih Pegang KTA

Pada masa SMA di Kolese de Britto, Hasto mulai terlibat dalam dunia politik dan organisasi.

Pada 1985, Hasto melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. 

Di UGM, ia aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan terpilih menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik.

Perjalanan politik Hasto dimulai sejak awal tahun 1990-an, berkat pengaruh tokoh politik akademisi Cornelis Lay, serta pengalamannya bergaul dengan senior-senior Partai PDI di Jawa Timur.

Pada 1999, Hasto bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), yang kemudian berkembang menjadi PDIP.

Baca juga: Kapan PDIP Umumkan Jagoannya di Pilkada Jateng, Jatim dan Jakarta? Ini Bocoran dari Hasto

Pada 2004, Hasto terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek, Jawa Timur. 

Ia aktif di Komisi VI yang bermitra dengan Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi, serta Kementerian Perdagangan dan Perindustrian.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved