Video Konten Bullying di Boyolali

Wali Murid TK di Boyolali Laporkan Dua Bestienya, Tersindir Video yang Diduga Parodikan Dirinya

Pengaduan ke polisi itu dibuat Anita karena merasa harkat martabat dirinya direndahkan melalui video parodi yang menyindir dirinya.

Tayang:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Putradi Pamungkas
Shutterstock
Ilustrasi menyaksikan konten video di ponsel 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Seorang wali murid salah satu TK elit di Boyolali, Anita mengadukan mantan 'bestienya' sendiri.

Pengaduan ke polisi itu dibuat Anita karena merasa harkat martabat dirinya direndahkan melalui video parodi yang menyindir dirinya.

Selain membuat aduan, Anita pun telah menunjukkan Asri Purwanti sebagai pengacaranya.

"Anita kan merasa harga dirinya harga dirinya kok direndahkan banget sama temen-temennya. Temen-temennya itu juga ibu di salah satu TK di Boyolali," kata Asri, Selasa (14/1/2024).

Asri mengatakan awalnya Anita dan teman-teman ini memiliki hubungan baik.

Keretakan hubungan antara 'mama-mama muda' ini terjadi saat mereka bersama-sama wisata ke wilayah Tawangmangu, Karanganyar.

"Namun Anita ditinggal. Dan disitu terjadilah kesalahpahaman," kata Asri.

Baca juga: Sesama Wali Murid TK di Boyolali Mengadu ke Polisi, Tersinggung Konten Dugaan Bullying yang Disebar

Teman Anita itu pun kemudian membuat video konten.

Dalam isi video itu pun menyindir Anita.

"Seolah-olah konten itu menyindir (dibuat seperti) narasi yang sudah di WA oleh Anita. Video itu memang secara tidak sengaja akan menyindir harga dirinya Anita,"

"Mereka itu seolah-olah membuat drama..bahwa ngece-ngece gitu lho. Ada yang berperan sebagai Anita, ada yang berperan sebagai temannya," tambahnya.

Pembuatan video itu pun cukup disayangkan.

Apalagi proses pembuatannya diduga dilakukan di hadapan anak-anak.

"(Dalam video) Itu saya mendengar suara anak-anak. Kalau seperti itu kan kalau untuk anak TK kan ga bagus. Harusnya kan memberi edukasi," ujarnya.

Seharusnya sebagai orang tua memberikan pelajaran bagi putra putrinya mengenai konten yang baik.

Dari video itu yang membuat kliennya tersinggung.

Anita yang awal langsung akan membuat aduan polisi berhasil dibujuk untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dengan mediasi.

"Alhamdulillah mediasi di Reskrim (Satreskrim Polres Boyolali) bisa berhasil," ujarnya.

Namun seiring berjalannya waktu dua wali murid dianggap membuat masalah lagi.

Hal itu pun yang menyalakan niat Anita menyelesaikan dua temannya itu ke jalur hukum.

Di saat yang bersamaan Asri sedang di luar kota.

"Ya sudahlah Bunda. Mau tak laporkan. Biar mereka dapat pelajaran kalau hal tersebut itu ga bagus. Konten-konten yang tidak mendidik itu tidak bagus," kata Asri mengulang perkataan Anita saat konsultasi masalah tersebut.

"Akhirnya melaporkan sendiri tanpa saya. Karena saya waktu itu kan ga di Solo," imbuhnya. 

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved