Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Dukung Indonesia Zero Emmision 2060, Pertamina Latih Siswa SMK N 1 Mojosongo soal Energi Hijau

Pertamina ingin mewujudkan suatu daerah atau sekolah itu memiliki sumber energi sendiri.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/TRI WIDODO
Taufiq Kurniawan, Area Manager Communication, Relations, & CSR Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, menyerahkan secara simbolis panel Surya ke SMK N 1 Mojosongo, Senin (20/1/2025) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - SMK Negeri 1 Mojosongo menjadi sasaran program sekolah energi berdikari.

Program ini dilakukan untuk mendukung cita-cita Indonesia Zero Eminssion 2060.

"Sehingga sebagai strategi inisiatifnya, kita tidak hanya mendukung dari sisi (produk) Pertamina saja melalui transisi energi, kita juga mendorong masyarakat dalam bentuk sekolah energi berdikari," kata Taufiq Kurniawan, Area Manager Communication, Relations, & CSR Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Senin (20/1/2024).

Sekolah energi berdikari ini merupakan bagian dari program desa energi berdikari.

Baca juga: Ramai Soal Harga Gas Melon Naik, Pertamina Minta Warga Boyolali Beli di Pangkalan Agar Sesuai HET

Pertamina ingin mewujudkan suatu daerah atau sekolah itu memiliki sumber energi sendiri.

"Ini tadi kita menyerahkan bantuan Surya panel. Itu untuk mendapatkan energi secara mandiri yang digunakan untuk melaksanakan sebagian aktivitas di sekolah," kata Taufik.

Bantuan Surya panel ini akan diinstal di salah satu gedung untuk menyuplai listrik di lab bahasa.

Dengan bantuan ini, sekolah bisa menghemat konsumsi listrik dari PLN.

Baca juga: Pertamina Pastikan Harga Gas Elpiji 3 Kg di Boyolali Tetap Rp18 Ribu, Berlaku Sejak September 2024

"Dan itu akan menghemat kira-kira Rp 6,8 juta pertahun untuk konsumsi bayar listriknya," ujarnya.

Pertamina juga melakukan penanaman pohon dan kegiatan untuk merangsang siswa aktif dalam kegiatan lingkungan.

Siswa diajak berkreativitas memanfaatkan energi terbarukan yang sekaligus menyelamatkan lingkungan.

Misalnya, pembuatan biogas, integrated farming, dan beberapa inovasi lainnya.

"Harapannya, kita memberikan awareness kepada siswa sebagai generasi masa depan, sehingga ketika kita sudah mengenalkan energi hijau sejak dini,  harapan ketika siswa ini berperan nantinya mengambil kebijakan untuk mendukung kebijakan Indonesia Zero Eminssion nanti," ujarnya.

Baca juga: Viral Mobil Boks Berplat Nomor Sama Isi Solar di Boyolali, Pertamina Sebut SPBU Langgar Prosedur

Dia menyebut, dipilihnya SMK Negeri 1 Mojosongo ini bukan tanpa alasan.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA
    Komentar

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved