Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Kuliner Wonogiri

5 Rekomendasi Kuliner Legendaris di Wonogiri, Ada yang Sudah Jualan Sejak 1937

Bagi kamu yang punya rencana berwisata kuliner di Wonogiri, ada beberapa kuliner legendaris yang cocok untuk kamu coba.

Tribunsolo.com/Erlangga Bima Sakti
Sayur Kuning Mbok Dayat alias Mbak Emil di Baturetno Wonogiri. 

"Disini masaknya pakai kayu semua, nasi dari beras sampai siap santap dimasak menggunakan kayu bakar," jelasnya.

Saat TribunSolo.com berkesempatan mengintip di dapur Pecel Mbah Nardi, sejumlah karyawan sibuk mempersiapkan dagangan, mulai dari mengolah sambal dan memasak nasi.

Seluruh makanan disana dimasak menggunakan kayu bakar. Termasuk juga gorengan seperti tempe dan bakwan digoreng diatas minyak panas yang tentunya diatas tungku dengan api yang membara.

Bagi Tribunners yang penasaran, bisa langsung mendatangi warung Mbah Nardi yang berada di Jalan Jenderal Sudirman No.191, Donoharjo, Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri Kota, Wonogiri.

Setiap hari Pecel Mbah Nardi siap menyambut para pelanggan sejak pukul 06.00 WIB hingga ludes.

Baca juga: 5 Rekomendasi Kuliner Enak dan Legendaris di Sukoharjo, Mulai dari Makanan Pembuka hingga Penutup

3. Pecel Mbah Nemleg di Baturetno, Warung Legendaris yang Sudah Berdiri Sejak 1937

Di Wonogiri terdapat banyak kuliner legendaris yang masih eksis walaupun berdiri sejak puluhan tahun lalu. Mempertahankan resep jadi kunci mereka bisa bertahan hingga sekarang.

Salah satunya Warung Mbah Nemleg yang berdiri di Dusun Batu Kidul, Desa/Kecamatan Baturetno, Wonogiri.

Warung yang berdiri sejak tahun 1937 itu punya menu spesial yakni Pecel Empal.

Pengelola Warung Mbah Nemleg, Sri Sudarsih menceritakan warung itu merupakan peninggalan neneknya.

Dulu warung itu hanya sebuah gubug yang berdiri di bawah pohon mangga kweni.

"Awalnya simbah saya, Mbah Sonojoyo. Dulu berjualan wedhang dan berbagai makanan tradisional di sebuah gubug," kata dia, kepada TribunSolo.com.

Menurutnya gubug kecil itu awalnya menjadi jujugan para blantik dan pedagang sapi dari wilayah Pacitan, Eromoko, Tirtomoyo dan sejumlah daerah lain di sekitaran Baturetno.

Pecel Mbah Nemleg di Baturetno
Pecel Mbah Nemleg di Baturetno (TRIBUNSOLO.COM/Erlangga Bima Sakti)
 

Warung tersebut kemudian dilanjutkan oleh putri Mbah Sonojoyo, yaitu Mbah Katinem atau yang disebut Mbah Nemleg. Sejak saat itu, pecel menjadi menu andalan disana.

"Jaman ibu saya, pelanggan kebanyakan pesan makan pecel pakai empal itu. Sampai saat ini diteruskan, saya tidak meninggalkan khas ibu saya, yakni pecel, terik, empal itu pasti ada," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved