Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Kuliner Wonogiri

5 Rekomendasi Kuliner Legendaris di Wonogiri, Ada yang Sudah Jualan Sejak 1937

Bagi kamu yang punya rencana berwisata kuliner di Wonogiri, ada beberapa kuliner legendaris yang cocok untuk kamu coba.

Tribunsolo.com/Erlangga Bima Sakti
Sayur Kuning Mbok Dayat alias Mbak Emil di Baturetno Wonogiri. 

Menurutnya, tak ada yang membedakan bumbu di Pecel Mbah Nemleg dengan pecel-pecel lain. Hanya saja Pecel Nemleg menggunakan kencur dan jeruk purut yang menjadi khasnya.

Selain pecel, yang menjadi menu andalan disana adalah teh ginastel, atau teh yang legi panas kenthel (manis, panas dan kental).

"Kuncinya untuk mempertahankan simbah itu di bumbu. Dulu sebelum pandemi ramai banget. Setelah pandemi ini belum pulih seperti dulu.

Warung Mbah Nemleg buka hari Senin sampai Sabtu mulai pukul 07.00 hingga pukul 15.00. Letaknya Pasar Bung Karno Baturetno ke selatan tak lebih dari 1 kilometer.

4. Geti Wijen

Geti Wijen merupakan salah satu makanan tradisional khas Wonogiri.

Meskipun berlabel tradisional, geti wijen justru masih banyak diminati.

Salah satu produsen geti wijen di Wonogiri adalah Endarti (39) yang beralamat di Dusun Geneng, Desa Purwosari, Kecamatan Wonogiri Kota.

Rasa geti wijen yakni manis, pedas dan sedikit pahit. Teksturnya kering dan renyah.

Jika tidak suka rasa pahit bisa dicampur dengan kacang dan mete.

Proses pembuatan geti wijen secara tradisional di Wonogiri
Proses pembuatan geti wijen secara tradisional di Wonogiri (Tribunsolo.com/Erlangga Bima Sakti)

5. Sayur Kuning Mbah Dayat

Satu dari sekian banyak kuliner legendaris di Wonogiri yang layak dicoba adalah Sayur Kuning Mbah Dayat yang berada di Kecamatan Baturetno.

Menu yang dijual sangat simpel, yakni sayur kuning.

Sayur kuning yang dimaksud yakni campuran pepaya muda dan nangka yang dimasak dengan tambahan kunir sehingga kuah menjadi kuning.

Saat ini, sayur kuning Mbah Dayat sudah diteruskan generasi kedua.

 

Sayur Kuning Mbok Dayat alias Mbak Emil di Baturetno Wonogiri.
Sayur Kuning Mbok Dayat alias Mbak Emil di Baturetno Wonogiri. (Tribunsolo.com/Erlangga Bima Sakti)

Usaha tersebut kini diteruskan oleh anak dan menantunya, salah satunya adalah Mbak Emil yang merupakan menantu.

"Dari awal jualannya di Pasar Bung Karno itu, kira-kira sudah 60 tahunan berjualan," jelasnya, kepada TribunSolo.com.

Mbak Emil buka mulai subuh di Pasar Bung Karno pada pasaran tertentu, yakni Legi, Pahing dan Wage.

Selain pasaran itu yang berjualan adalah anak Mbah Dayat yang lain, tapi menunya juga sama.

Selain di pasar, Mbak Emil berjualan di rumahnya yang terletak di Dusun Balerejo, Desa Watuagung setiap siang hingga malam.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved