Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Merapi Luncurkan Awan Panas

Merapi 2 Kali Keluarkan Awan Panas Guguran, Arah Luncuran ke Sungai Krasak, Tak Mengarah ke Boyolali

Dalam periode pengamatan dari pukul 12.00-18.00 WIB, tercatat gunung Merapi terjadi 2 kali awan panas guguran.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Putradi Pamungkas
Istimewa
GUGURAN AWAN PANAS : Awan panas guguran Merapi, Rabu (4/9/2024) lalu. Awan panas guguran Merapi kembali terjadi, Jumat (14/3/2025). Tercatat gunung Merapi terjadi 2 kali awan panas guguran. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Awan panas guguran Merapi kembali terjadi, Jumat (14/3/2025).

Dalam periode pengamatan dari pukul 12.00-18.00 WIB, tercatat gunung Merapi terjadi 2 kali awan panas guguran.

Selama 2 kali awan panas guguran ini, lontaran material paling jauh mencapai 1.800 meter dari puncak Merapi.

Arah lontaran material ke hulu kali Krasak.

Selain awan panas guguran, teramati 4 kali guguran lava ke arah hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.

"2 kali guguran lava yang mengarah  hulu Kali Bebeng sejauh maksimum 1.500," kata Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso dalam keterangan resminya.

AWAN PANAS : Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava sebanyak 50 kali pada Kamis (17/10/2024). Awan panas guguran Merapi kembali terjadi, Jumat (14/3/2025).
AWAN PANAS : Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava sebanyak 50 kali pada Kamis (17/10/2024). Awan panas guguran Merapi kembali terjadi, Jumat (14/3/2025). (Dok. Istimewa)

Dia menyebut cuaca di puncak Merapi mendung.

Angin bertiup tenang ke arah timur.

Suhu udara 18.5 °C, kelembaban udara 97.8 persen, dan tekanan udara 872.5 mmHg. 

Volume curah hujan 44 mm per hari. 

BPPTKG merekomendasikan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya.

Yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Lalu pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved