Fakta Menarik Tentang Solo
Asal-usul Nama Stasiun Solo Balapan, Dulunya Lokasi Pacuan Kuda
Untuk informasi, Stasiun Solo Balapan merupakan stasiun terbesar yang ada di Kota Solo, Jawa Tengah.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Stasiun Solo Balapan menjadi salah satu tempat pemberhentian selama mudik Lebaran 2025.
Untuk informasi, Stasiun Solo Balapan merupakan stasiun terbesar yang ada di Kota Solo, Jawa Tengah.
Lokasinya ada di Jalan Wolter Monginsidi No. 112, Kestalan, Banjarsari.
Baca juga: Asal Usul Nama Desa Nguter di Sukoharjo yang Kini Jadi Kecamatan : Ada Peran Bangsawan Keraton Solo
Stasiun Solo Balapan merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang sarat dengan nilai sejarah.
Stasiun Solo Balapan telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan Keputusan Walikota Surakarta Nomor 646/1- R/1/2013 tahun 2013 dan terdaftar di Registrasi Nasional Cagar Budaya dengan nomor RNCB.20160908.02.001258.
Kenapa Dinamakan Balapan?
Mungkin banyak orang bertanya-tanya kenapa stasiun ini dinamakan Solo Balapan?
Asal-usul nama Stasiun Solo Balapan diduga karena pembangunan dilakukan tidak jauh dari sebuah race terrein (pacuan kuda) untuk balapan.
Stasiun Solo Balapan didirikan di atas lahan bekas arena pacuan kuda yang merupakan Alun-Alun Utara Pura Mangkunegaran.
Baca juga: Sejarah Ayam Goreng Mbah Karto Tembel, Kuliner Legendaris di Sukoharjo yang Jadi Langganan Jokowi
Belakangan Stasiun Solo Balapan mendapatkan lahan pengganti di kawasan Manahan dari keluarga Kasunanan Surakarta.
Stasiun Solo Balapan sendiri dibangun oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), sebuah perusahaan kereta api swasta Hindia Belanda.
Pembangunan Stasiun Solo Balapan dilakukan bersamaan pembangunan jalur kereta api Kedungjati-Solo sepanjang 74 km dengan lebar jalur 1.435 mm.
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Raja Mangkunegara IV disaksikan Gubernur Jenderal Baron van de Beele pada 1864.
Baca juga: Asal Usul Boyolali yang Kini jadi Kabupaten: Meskipun Ada Unsur Boyo, Tak Ada Kaitannya dengan Buaya
Peresmian Stasiun Solo Balapan sendiri dilakukan pada Kamis, 10 Februari 1870 yang semula bernama Stasiun Solo.
Dalam peresmian itu juga dibuka hubungan Semarang – Solo dengan jalur kereta api.
| Ini Bedanya Bakso Solo, Bakso Wonogiri, dan Bakso Malang : Ternyata Bisa Dilihat dari Teksturnya |
|
|---|
| 8 Mitos Bangun Rumah Menurut Masyarakat Jawa, Masih Dipercaya Sebagian Warga Solo Raya |
|
|---|
| Penjelasan Kenapa Kebanyakan Soto di Solo Berkuah Bening dan Porsinya Minimalis |
|
|---|
| Kota Solo Raih Predikat Kota Paling Maju di Indonesia Nomor 1, Ini Faktor-faktor Penilaiannya |
|
|---|
| 12 Mitos Pernikahan yang Masih Dipercaya Sebagian Masyarakat Solo, Ada Istilah 'Kebo Balik Kandang' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Suasana-Stasiun-Solo-Balapan-Jelang-Libur-Natal-dan-Tahun-Baru-Nataru-2024.jpg)