Fakta Menarik Tentang Solo

Asal-usul Nama Stasiun Solo Balapan, Dulunya Lokasi Pacuan Kuda

Untuk informasi, Stasiun Solo Balapan merupakan stasiun terbesar yang ada di Kota Solo, Jawa Tengah.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tribunsolo.com/Andreas Chris
STASIUN SOLO BALAPAN - Suasana Stasiun Solo Balapan Jelang Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024. Berikut sejarah Stasiun Balapan dan asal usul namanya. (Tribunsolo.com/Andreas Chris) 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Stasiun Solo Balapan menjadi salah satu tempat pemberhentian selama mudik Lebaran 2025.

Untuk informasi, Stasiun Solo Balapan merupakan stasiun terbesar yang ada di Kota Solo, Jawa Tengah.

Lokasinya ada di Jalan Wolter Monginsidi No. 112, Kestalan, Banjarsari.

Baca juga: Asal Usul Nama Desa Nguter di Sukoharjo yang Kini Jadi Kecamatan : Ada Peran Bangsawan Keraton Solo

Stasiun Solo Balapan merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang sarat dengan nilai sejarah.

Stasiun Solo Balapan telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan Keputusan Walikota Surakarta Nomor 646/1- R/1/2013 tahun 2013 dan terdaftar di Registrasi Nasional Cagar Budaya dengan nomor RNCB.20160908.02.001258.

Kenapa Dinamakan Balapan?

Mungkin banyak orang bertanya-tanya kenapa stasiun ini dinamakan Solo Balapan?

Asal-usul nama Stasiun Solo Balapan diduga karena pembangunan dilakukan tidak jauh dari sebuah race terrein (pacuan kuda) untuk balapan.

Stasiun Solo Balapan didirikan di atas lahan bekas arena pacuan kuda yang merupakan Alun-Alun Utara Pura Mangkunegaran.

Baca juga: Sejarah Ayam Goreng Mbah Karto Tembel, Kuliner Legendaris di Sukoharjo yang Jadi Langganan Jokowi

Belakangan Stasiun Solo Balapan mendapatkan lahan pengganti di kawasan Manahan dari keluarga Kasunanan Surakarta.



Stasiun Solo Balapan yang berada di Kecamatan Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (9/2/2019).
Stasiun Solo Balapan yang berada di Kecamatan Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (9/2/2019). (TRIBUNSOLO.COM)

Stasiun Solo Balapan sendiri dibangun oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), sebuah perusahaan kereta api swasta Hindia Belanda.

Pembangunan Stasiun Solo Balapan dilakukan bersamaan pembangunan jalur kereta api Kedungjati-Solo sepanjang 74 km dengan lebar jalur 1.435 mm.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Raja Mangkunegara IV disaksikan Gubernur Jenderal Baron van de Beele pada 1864.

Baca juga: Asal Usul Boyolali yang Kini jadi Kabupaten: Meskipun Ada Unsur Boyo, Tak Ada Kaitannya dengan Buaya

Peresmian Stasiun Solo Balapan sendiri dilakukan pada Kamis, 10 Februari 1870 yang semula bernama Stasiun Solo.

Dalam peresmian itu juga dibuka hubungan Semarang – Solo dengan jalur kereta api.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved