Mudik Lebaran 2025
Antisipasi Rest Area di Sragen Penuh, Pemudik Diimbau Lanjut Perjalanan Setelah Istirahat 20 Menit
Selama arus mudik lebaran, rest area jalan tol di wilayah Kabupaten Sragen penuh memang sering terjadi.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Selama arus mudik lebaran, rest area jalan tol di wilayah Kabupaten Sragen penuh memang sering terjadi.
Terlebih saat puncak arus mudik, yang mana keterisiannya bisa mencapai 100 persen.
Mengingat, Sragen merupakan akses penghubung pemudik dari arah Jakarta menuju kota dan kabupaten di Jawa Timur.
Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi mengatakan akan ada batasan waktu bagi para pemudik yang mampir ke rest area, apabila daya tampungnya terisi lebih dari 70 persen.
"Apabila nanti skalanya berwarna kuning, itu sudah melebihi kapasitas 70 persen dari daya tampung, maka kita nanti akan woro-woro," katanya kepada TribunSolo.com.

"Kami mengimbau dengan humanis supaya pemudik yang sudah 20 menit beristirahat sudah bisa meninggalkan rest area," sambungnya.
Lanjutnya, skema berbeda akan diterapkan apabila kapasitas rest area terisi lebih dari 80 persen.
Yang mana, pihaknya akan menutup sementara akses masuk ke rest area, untuk selanjutnya mengimbau kepada pemudik yang telah beristirahat untuk melanjutkan perjalanan.
"Emergency itu ketika kapasitasnya sudah memenuhi 80 persen, maka kita mengimbau secara humanis agar segera berpindah, mengosongkan untuk bergantian dengan pemudik yang lain," jelasnya.
"Kami akan menutup atau memportal pintu masuk, kemudian secara humanis mengeluarkan (pemudik dari rest area)," tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan antisipasi apabila terjadi antrean di SPBU yang ada di rest area jalan tol.
Baca juga: Catat! Ini Jam-jam Kepadatan Pengunjung di Rest Area Jalan Tol di Wilayah Sragen Jateng
"Apabila nanti ditemukan antrean yang cukup panjang, maka kami akan menggunakan metode untuk penggunaan bayar cash, barcode kami tutup, kemudian bayar cash maksimal Rp 200.000, itu untuk memudahkan pemudik dalam mengisi dan mengurai antrean," ujar dia.
AKBP Petrus menambahkan apabila terjadi antrean panjang di gerbang tol, maka ia meminta kepada badan usaha jalan tol (BUJT) untuk menambah mobile rider agar dapat mengurai antrean itu.
"Kami juga akan menggunakan sistem kalau di tempat kita ini kan ada 2 pintu masuk dan 2 pintu keluar di gerbang tol nanti kita akan melihat situasional, apabila nanti terjadi antrean panjang kita menggunakan sistem 1-3, 1 pintu masuk 3 keluar, ataupun sebaliknya," kata AKBP Petrus.
"Dan nanti juga akan menggunakan sistem contra flow, tapi ini semuanya by situasional, kami mengharapkan kerjasama dari seluruh pihak terutama pemudik untuk memeriksa kesehatan pribadi maupun kendaraannya," pungkasnya.
(*)
Serba-serbi Perantau Wonogiri : Belasan Ribu Warga Sudah Berangkat, Arus Balik Bakal Lebih Panjang |
![]() |
---|
Drama Mudik 2025: Niat Mudik ke Boyolali, Suami Tak Sadar Istrinya Tertinggal di Rest Area Batang |
![]() |
---|
Sempat Padat Merayap, Arus Mudik Balik Lebaran via Tol Boyolali Mulai Lancar Sejak Petang |
![]() |
---|
Lebaran di Tawangmangu Karanganyar Tak Seramai Tahun Lalu, Omzet Warung Makan Turun 25 Persen |
![]() |
---|
Tol Boyolali Padat Merayap, Pemudik Diimbau Gunakan Rest Area Maksimal 30 Menit |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.