Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Mudik Lebaran 2025

Antisipasi Rest Area di Sragen Penuh, Pemudik Diimbau Lanjut Perjalanan Setelah Istirahat 20 Menit

Selama arus mudik lebaran, rest area jalan tol di wilayah Kabupaten Sragen penuh memang sering terjadi.

TribunSolo.com / Septiana Ayu
REST AREA SRAGEN - Kondisi rest area 519 B Jalan Tol Solo-Ngawi di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Minggu (14/4/2024) lalu. Selama arus mudik lebaran, rest area jalan tol di wilayah Kabupaten Sragen penuh memang sering terjadi. Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi mengatakan akan ada batasan waktu bagi para pemudik yang mampir ke rest area, apabila daya tampungnya terisi lebih dari 70 persen yakni pemudik yang sudah 20 menit beristirahat diminta melanjutkan perjalanan 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Selama arus mudik lebaran, rest area jalan tol di wilayah Kabupaten Sragen penuh memang sering terjadi.

Terlebih saat puncak arus mudik, yang mana keterisiannya bisa mencapai 100 persen.

Mengingat, Sragen merupakan akses penghubung pemudik dari arah Jakarta menuju kota dan kabupaten di Jawa Timur.

Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi mengatakan akan ada batasan waktu bagi para pemudik yang mampir ke rest area, apabila daya tampungnya terisi lebih dari 70 persen.

"Apabila nanti skalanya berwarna kuning, itu sudah melebihi kapasitas 70 persen dari daya tampung, maka kita nanti akan woro-woro," katanya kepada TribunSolo.com.

REST AREA SRAGEN - Kondisi rest area 519B di Masaran, Sragen saat puncak arus balik lebaran 2023, Selasa (25/4/2023) lalu. Selama arus mudik lebaran, rest area jalan tol di wilayah Kabupaten Sragen penuh memang sering terjadi. Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi mengatakan akan ada batasan waktu bagi para pemudik yang mampir ke rest area, apabila daya tampungnya terisi lebih dari 70 persen yakni pemudik yang sudah 20 menit beristirahat diminta melanjutkan perjalanan
REST AREA SRAGEN - Kondisi rest area 519B di Masaran, Sragen saat puncak arus balik lebaran 2023, Selasa (25/4/2023) lalu. Selama arus mudik lebaran, rest area jalan tol di wilayah Kabupaten Sragen penuh memang sering terjadi. Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi mengatakan akan ada batasan waktu bagi para pemudik yang mampir ke rest area, apabila daya tampungnya terisi lebih dari 70 persen yakni pemudik yang sudah 20 menit beristirahat diminta melanjutkan perjalanan (Tribun Solo / Septiana)

"Kami mengimbau dengan humanis supaya pemudik yang sudah 20 menit beristirahat sudah bisa meninggalkan rest area," sambungnya.

Lanjutnya, skema berbeda akan diterapkan apabila kapasitas rest area terisi lebih dari 80 persen.

Yang mana, pihaknya akan menutup sementara akses masuk ke rest area, untuk selanjutnya mengimbau kepada pemudik yang telah beristirahat untuk melanjutkan perjalanan.

"Emergency itu ketika kapasitasnya sudah memenuhi 80 persen, maka kita mengimbau secara humanis agar segera berpindah, mengosongkan untuk bergantian dengan pemudik yang lain," jelasnya.

"Kami akan menutup atau memportal pintu masuk, kemudian secara humanis mengeluarkan (pemudik dari rest area)," tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan antisipasi apabila terjadi antrean di SPBU yang ada di rest area jalan tol.

Baca juga: Catat! Ini Jam-jam Kepadatan Pengunjung di Rest Area Jalan Tol di Wilayah Sragen Jateng

"Apabila nanti ditemukan antrean yang cukup panjang, maka kami akan menggunakan metode untuk penggunaan bayar cash, barcode kami tutup, kemudian bayar cash maksimal Rp 200.000, itu untuk memudahkan pemudik dalam mengisi dan mengurai antrean," ujar dia.

AKBP Petrus menambahkan apabila terjadi antrean panjang di gerbang tol, maka ia meminta kepada badan usaha jalan tol (BUJT) untuk menambah mobile rider agar dapat mengurai antrean itu.

"Kami juga akan menggunakan sistem kalau di tempat kita ini kan ada 2 pintu masuk dan 2 pintu keluar di gerbang tol nanti kita akan melihat situasional, apabila nanti terjadi antrean panjang kita menggunakan sistem 1-3, 1 pintu masuk 3 keluar, ataupun sebaliknya," kata AKBP Petrus.

"Dan nanti juga akan menggunakan sistem contra flow, tapi ini semuanya by situasional, kami mengharapkan kerjasama dari seluruh pihak terutama pemudik untuk memeriksa kesehatan pribadi maupun kendaraannya," pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved