Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Mitos di Sukoharjo

Asal-usul Gunung Majasto di Sukoharjo, Ada Jejak Sejarah Ki Ageng Sutowijoyo

Gunung Majasto ini terletak di bagian selatan Kabupaten Sukoharjo, tepatnya di Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com
SEJARAH GUNUNG MAJASTO - Gerbang masuk makam putra ke-197 Prabu Brawijaya, Raden Joko Bodo atau yang lebih dikenal dengan Ki Ageng Sutawijaya di Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Senin (11/10/2021). Begini asal-usul Gunung Majasto. 

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, memiliki banyak potensi wisata bersejarah.

Salah satunya adalah Gunung Majasto.

Gunung Majasto ini terletak di bagian selatan Kabupaten Sukoharjo, tepatnya di Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari.

Baca juga: Asal-usul Gunung Gandul Wonogiri, Punya Mitos Terkenal : Ada Pertunjukan Wayang di Malam Tertentu

Meskipun disebut gunung, Majasto lebih tepat disebut bukit karena ukurannya yang tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan gunung-gunung besar seperti Gunung Merapi atau Gunung Lawu.

Dengan letaknya yang berada di dataran rendah, cuaca di Gunung Majasto pun tidak terlalu dingin, menjadikannya tempat yang nyaman untuk dikunjungi.

Sejarah Gunung Majasto

Gunung Majasto memiliki kaitan erat dengan sejarah Kerajaan Majapahit yang saat itu baru saja runtuh.

Setelah kehancuran kerajaan, banyak orang dari kalangan kerajaan, termasuk para kesatria, menyebar untuk mencari tempat baru.

Salah satu tokoh yang dikenal dalam perjalanan sejarah Gunung Majasto adalah Ki Ageng Sutowijoyo, seorang putra dari Prabu Brawijaya, raja terakhir Majapahit.

Ki Ageng Sutowijoyo dikenal sebagai tokoh penting dalam pendirian pemukiman di Gunung Majasto.

Baca juga: Asal-usul Nama Mojogedang yang Kini jadi Kecamatan di Karanganyar, Ada Jejak Raden Mas Said

Perjalanan panjangnya dimulai dari pusat kerajaan Majapahit hingga akhirnya sampai di kawasan ini.

Di sepanjang perjalanan, Ki Ageng Sutowijoyo meninggalkan berbagai situs sejarah.

Salah satunya adalah masjid yang didirikan di Desa Tegalampel, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, yang menjadi salah satu jejak sejarahnya.

Setelah mengunjungi beberapa tempat, Ki Ageng Sutowijoyo sampai di Desa Ponowaren, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, yang kemudian dinamakan Ponowaren hingga saat ini.

Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan perjalanan ke utara dan tiba di Gunung Majasto.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved