Fakta Menarik Tentang Solo
Asal-usul Stasiun Purwosari Solo, Dibangun atas Kemurahan Hati Mangkunegaran
Kehadiran Stasiun Purwosari ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah transportasi kereta api di Solo dan Indonesia.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Stasiun Purwosari, yang terletak di Jl. Slamet Riyadi, Purwosari, Laweyan, Solo, merupakan salah satu stasiun yang ramai oleh pemudik tiap musim mudik Lebaran.
Di samping itu, Stasiun Purwosari adalah salah satu stasiun tertua yang ada di Indonesia.
Berdiri hampir seiring dengan Stasiun Solo Balapan, keduanya dibangun pada akhir abad ke-19, tepatnya pada 1870-an.
Baca juga: Asal-usul Jalan Slamet Riyadi Solo, Jalan Ikonik Kota Solo Peninggalan Belanda
Kehadiran stasiun ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah transportasi kereta api di Solo dan Indonesia.
Lahan yang Dihadiahkan Mangkunegaran
Lahan tempat berdirinya Stasiun Purwosari dulunya merupakan milik Mangkunegaran dan diberikan kepada Nederlandsch-Indische Maatschappij (NISM), perusahaan kereta api Belanda.
Dalam artikel yang diterbitkan pada 1 Agustus 2016 di laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, disebutkan bahwa tanah tersebut awalnya merupakan tempat berlatih dan istal kuda Legiun Mangkunegaran.
Mangkunagara IV, yang kala itu memimpin, menyadari pentingnya keberadaan jalur kereta api untuk kemajuan wilayah Surakarta dan Praja Mangkunegaran.
Baca juga: Asal-usul Nama Stasiun Solo Balapan, Dulunya Lokasi Pacuan Kuda
Meskipun lahan tersebut memiliki nilai historis tinggi bagi keluarga Mangkunegaran, mereka tetap memberikan tanah tersebut demi kemajuan wilayah.

Peran Stasiun Purwosari dalam Jaringan Kereta Api
Stasiun Purwosari menjadi salah satu pusat transportasi utama di Solo setelah dibangun oleh NISM.
Stasiun ini merupakan stasiun kedua yang dibangun setelah Stasiun Solo Balapan, dan menjadi titik persinggahan bagi kereta api dengan berbagai rute penting, termasuk rute Semarang-Vorstenlanden, Yogyakarta-Solo-Surabaya, dan sebaliknya.
Stasiun Purwosari juga memainkan peran vital dalam jalur Boyolali-Solo-Wonogiri, yang merupakan jalur yang diprakarsai oleh perusahaan swasta Solosche Tramweg Maatschappij (STM) pada awal abad ke-20.
Tak hanya itu, Stasiun Purwosari juga dikenal sebagai terminal trem dalam kota.
Baca juga: Asal-usul Desa Madegondo di Sukoharjo Jateng, Dulu Sepi Kini jadi Kawasan Ramai Solo Baru
Pada 1912, bangunan stasiun yang ada sekarang selesai dibangun, dan pada 10 Februari 1970, kereta api reguler mulai beroperasi antara Semarang dan Stasiun Purwosari, meskipun saat itu stasiun ini masih dikenal dengan nama Stasiun Poerwodadie.
Asal-usul Stasiun Solo Kota, Stasiun Bersejarah di Solo yang jadi Jalur Kereta Bathara Kresna |
![]() |
---|
Asal-usul Nama Perempatan Panggung di Solo Jateng, Dulu jadi Tempat Mengintai Hewan Buruan |
![]() |
---|
Makna Batik Parang yang Pernah Dilarang di Pernikahan Kaesang dan Erina di Mangkunegaran Solo |
![]() |
---|
Kisah Slamet Riyadi Pahlawan Asal Solo Gugur di Ambon, Makamnya di Surakarta Hanya Gundukan Tanah |
![]() |
---|
Asal-usul Nama Kampung Baron di Solo Jateng, Dulu Tempat Tinggal Para Bangsawan Eropa |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.