Fakta Menarik Tentang Solo

Asal-usul Pasar Kliwon Solo hingga Bisa Jadi Tempat Perkampungan Warga Keturunan Arab-Indonesia

Wilayah Pasar Kliwon saat ini terkenal sebagai tempat perkampungan warga keturunan Arab-Indonesia.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tribunsolo.com/Adi Surya Samodra
IKON PASAR KLIWON - Benteng Vastenburg, Jumat (23/6/2023). Benteng ini berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo. Beginilah sejarah Pasar Kliwon Solo yang jadi pemukiman warga keturunan Arab-Indonesia. 

TRIBUNSOLOM, SOLO - Pasar Kliwon adalah sebuah kecamatan yang terletak di tenggara Kota Surakarta.

Wilayah Pasar Kliwon saat ini terkenal sebagai tempat perkampungan warga keturunan Arab-Indonesia.

Mereka biasa hidup dari penjualan tekstil dan di sini pulalah terdapat Pasar Klewer, pasar batik terbesar di Indonesia.

Baca juga: Asal-usul Kampung Batik Kauman Solo, Dulu Kawasan Tempat Tinggal Para Santri dan Ulama

Kampung Kauman, yang disebut sebagai Kampung Wisata Batik, terletak di kecamatan ini, yaitu di sebelah Pasar Klewer

Kawasan Kampung Arab di Solo

Dikutip dari Surakarta.go.id, Pasar Kliwon dulunya adalah pasar untuk jual beli hewan ternak yang diadakan setiap hari pasaran Kliwon.

Pasar itu berada di kawasan Kampung Arab yang menjadi tempat tinggal khusus bagi orang Arab di masa penjajahan Belanda.

Melalui kebijakan wijken stelsel, orang Arab dikategorikan penduduk timur asing dalam struktur masyarakat kolonial.

Baca juga: Asal-usul Kelurahan Jajar di Solo, Diambil dari Nama Abdi Dalem Keraton Surakarta

Karena itu mereka diwajibkan tinggal di tempat khusus yang telah ditentukan oleh pimpinan yang disebut kapiten.

Lantaran dihuni mayoritas keturunan Arab, maka Pasar Kliwon juga dikenal dengan dikenal dengan nama Kampung Arab.

Tak hanya di Pasar Kliwon, Kampung Arab di Solo juga ada di Kelurahan Semanggi dan Kelurahan Kedung Lumbu.

Di Pasar Kliwon berdiri Rumah Sakit Kustati.

Penampakan Pasar Klewer Timur yang sudah selesai direvitalisasi berada di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jumat (15/10/2020).
IKON PASAR KLIWON - Penampakan Pasar Klewer Timur yang sudah selesai direvitalisasi berada di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jumat (15/10/2020). (TribunSolo.com)

Disebutkan tanah untuk bangunan rumah sakit tersebut merupakan hadiah dari Pakubuwono X kepada seorang keturunan Arab yang pernah menjadi guru mengaji.

Baca juga: Asal-usul Trucuk yang Kini Jadi Kecamatan di Klaten, Diambil dari Nama Tanaman Lokal

Sang guru tersebut diceritakan menyembuhkan putri Sang Sunan yang bernama Kustati.

Untuk mengenang kisah tersebut, rumah sakit itu diberi nama Kustati.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved