Fakta Menarik Tentang Solo
Sekilas Tampak Sama, Ini Perbedaan Angkringan di Solo dan Yogyakarta
Tak sulit menjumpai angkringan di Solo Raya, sebab kuliner satu ini memang menjamur di pinggir jalan raya Kota Bengawan.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Angkringan juga disebut HIK atau wedangan di Solo, Jawa Tengah.
Tak sulit menjumpai angkringan di Solo Raya, sebab kuliner satu ini memang menjamur di pinggir jalan raya Kota Bengawan.
Sekilas dari luar atau gerobaknya, angkringan di Solo dan Yogyakarta tampak identik.
Baca juga: Sejarah Angkringan atau Wedangan, Bukan dari Solo dan Jogja, Pencetusnya Justru Orang Klaten
Namun tahukan Tribuners, sebenarnya ada beberapa perbedaan mencolok yang akhirnya menjadi ciri khas angkringan khas Yogyakarta dan wedangan atau HIK khas Solo.
Apa saja perbedaannya? Simak ulasannya di bawah ini:
1. Angkringan di Yogyakarta
Di Kota Pelajar ini, kamu bisa menjadikan angkringan sebagai tujuan tempat mengisi perut saat malam hari.
Pasalnya, angkringan di Yogyakarta mayoritas buka dari sore hingga malam hari.
Angkringan di Yogyakarta menjual aneka minuman seperti teh dan kopi.
Namun yang menjadikannya khas adalah kopi jos.
Baca juga: Kenapa Angkringan di Solo Disebut dengan HIK? Ternyata Ada Sejarahnya
Salah satu angkringan di Yogyakarta yang bisa kamu kunjungi adalah Angkringan Lek Man, seperti yang disebutkan dalam buku “Shopping Dan Relaxing Murah Meriah - Jogja Dan Solo” oleh Gagas Ulung terbitan PT Gramedia Pustaka Utama.
Ada menu kopi jos yang bisa kamu cicipi di angkringan ini. Kopi jos adalah kopi panas yang disajikan dengan memasukkan arang yang masih membara ke dalam gelas.
Konon katanya, arang memiliki fungsi menetralisir kadar kafein dalam kopi.
Selain kopi jos, perbedaan di antara angkringan di Yogyakarta, Solo, dan Surabaya adalah nasi kuning.
Tidak lengkap rasanya, kalau di angkringan tidak ada nasi kucing.
| 26 Istilah Bahasa Jawa Unik Khas Orang Solo Lengkap dengan Artinya : Tekke, Og, Witekno, dll |
|
|---|
| Kenapa Masyarakat Solo Raya Banyak yang Gelar Pernikahan di Bulan Syawal? Ini Alasannya |
|
|---|
| Sejarah Cap Go Meh : Jatuh pada 3 Maret 2026, Tiap Tahun Dirayakan Secara Meriah di Solo |
|
|---|
| Jejak Kolonial Belanda di Solo, 9 Makanan Populer yang Jadi Kuliner Legendaris |
|
|---|
| Sejarah Kentongan, Alat Komunikasi Masa Lampau yang Masih Eksis di Solo Raya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Wedangan-Hick-Gaul-Pak-Mul-di-Jalan-Solo-Tawangmangu.jpg)