Fakta Menarik Tentang Solo
Asal-usul Solo Square, Mall Kedua di Solo yang Berdiri Sejak 2005
Diresmikan pada tahun 2005, Solo Square menjadi mal kedua yang berdiri di sepanjang Jalan Slamet Riyadi setelah Solo Grand Mall.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Solo Square adalah salah satu pusat perbelanjaan terkemuka di Kota Solo, Jawa Tengah.
Berlokasi strategis di Jalan Slamet Riyadi, mal ini menjadi destinasi favorit masyarakat lokal maupun wisatawan sebagai tempat berbelanja, rekreasi, dan bersantai.
Alamat Solo Square di Jl. Slamet Riyadi No.451-455, Pajang, Laweyan, Surakarta.
Baca juga: Asal-usul Kestalan yang Kini jadi Kelurahan di Solo, Dulu Tempat Perawatan Kuda Kerajaan
Sejarah Solo Square
Diresmikan pada tahun 2005, Solo Square menjadi mal kedua yang berdiri di sepanjang Jalan Slamet Riyadi setelah Solo Grand Mall.
Mal ini dimiliki dan dikelola oleh PT Solo Indah Dinamika dan memiliki struktur bangunan yang terdiri dari 6 lantai, termasuk satu lantai bawah tanah (LG).
Sejak awal berdirinya, Solo Square dirancang sebagai mal keluarga yang mengusung konsep "one-stop shopping". Beberapa penyewa kunci yang menjadi daya tarik utama antara lain:
- Funworld dan Hypermart di Lantai LG,
- Matahari Department Store di Lantai G dan 1,
- Kidzilla dan Gramedia di Lantai 2.
Di sektor hiburan, Solo Square juga dilengkapi dengan Cinema XXI yang berlokasi di Lantai 3.
Terdiri dari lima studio reguler dan satu studio The Premiere, bioskop ini mampu menampung hingga 1.035 penonton, menjadikannya salah satu bioskop terbesar di Surakarta.
Baca juga: Asal-usul Nama Banyudono yang Jadi Kecamatan di Boyolali, Kisah Ki Ageng Pandan Arang Disuguhi Air
Ekspansi dan Inovasi
Solo Square terus menunjukkan perkembangan dengan hadirnya berbagai tenant baru yang memperkaya pengalaman pengunjung.
Pada 16 Agustus 2018, gerai MR.DIY ke-29 di Indonesia resmi dibuka di Lantai 2, menawarkan aneka perlengkapan rumah tangga dengan harga terjangkau.
Kemudian, pada 5 Desember 2018, merek Azko bergabung sebagai penyewa kunci di Lantai LG.
Empat tahun berselang, Kawan Lama Group menambah portofolio mereka dengan membuka gerai Selma, juga di Lantai LG, yang memperkuat sektor ritel furnitur dan dekorasi rumah di mal ini.
Tak hanya berhenti di situ, pada 16 Agustus 2024, Solo Square meresmikan Chandikala Rooftop Solo, sebuah pujasera berkonsep terbuka di Lantai 4.
Area ini menawarkan pengalaman kuliner dengan pemandangan kota yang menarik.
Sebelumnya, Solo Square telah memiliki Bengawan Solo Food Centre di Lantai 3 yang bersifat tertutup, namun Chandikala menghadirkan nuansa baru yang lebih segar dan terbuka.
(*)
| Kenapa Harga Mobil Bekas Berplat Nomor AD Solo Raya Biasanya Lebih Mahal? Ini 5 Alasannya |
|
|---|
| 26 Istilah Bahasa Jawa Unik Khas Orang Solo Lengkap dengan Artinya : Tekke, Og, Witekno, dll |
|
|---|
| Kenapa Masyarakat Solo Raya Banyak yang Gelar Pernikahan di Bulan Syawal? Ini Alasannya |
|
|---|
| Sejarah Cap Go Meh : Jatuh pada 3 Maret 2026, Tiap Tahun Dirayakan Secara Meriah di Solo |
|
|---|
| Jejak Kolonial Belanda di Solo, 9 Makanan Populer yang Jadi Kuliner Legendaris |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/mal-di-solo-dipenuhi-pengunjung-setelah-corona.jpg)