Fakta Menarik Tentang Sukoharjo
Asal-usul Nama Begajah yang jadi Kelurahan di Sukoharjo: Kisah Tragis 2 Ekor Gajah Keraton Surakarta
Begajah diyakini memiliki kaitan erat dengan seekor gajah yang menjadi tunggangan dua utusan Keraton Kasunanan Surakarta.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Begajah adalah sebuah kelurahan di Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia.
Kelurahan Begajah berbatasan langsung dengan Kecamatan Nguter.
Lokasinya tidak jauh dari Terminal Sukoharjo.
Baca juga: Asal-usul Nama Mayang yang Kini Jadi Desa di Sukoharjo, Ada Kisah Terkenal Tumenggung Mayang
Asal-usul Begajah
Nama “Begajah” ternyata tidak muncul begitu saja, melainkan berasal dari cerita turun-temurun yang hingga kini masih diingat dan dijaga oleh warga setempat.
Menurut kisah yang berkembang sejak abad ke-18, tepatnya sekitar tahun 1780-an, Begajah diyakini memiliki kaitan erat dengan seekor gajah yang menjadi tunggangan dua utusan Keraton Kasunanan Surakarta.
Salah satu dari dua utusan tersebut dikenal dengan nama Rana Menggala.
Keduanya mendapat tugas penting untuk menyampaikan surat ke wilayah Wonogiri.
Dalam perjalanannya, gajah yang mereka tunggangi bersama dua orang srati (pawang gajah) terperosok ke dalam lumpur rawa-rawa, peristiwa yang dalam istilah Jawa disebut mbeg.
Gajah tersebut tidak dapat diselamatkan, begitu pula dua srati yang ikut mendampinginya.
Baca juga: Asal-usul Nama Sangkrah yang Kini Jadi Kecamatan di Solo, Ada Legenda Jenazah Kyai Bathang
Sejak saat itu, wilayah tersebut dikenal sebagai "Begajah" — gabungan dari kata mbeg (terjebak lumpur) dan gajah.
Gajah dan dua srati tersebut lantas dikuburkan di lokasi tersebut dan menjadi cikal bakal penanda wilayah Begajah.
Meski kedua utusan kerajaan selamat dan melanjutkan perjalanan mereka ke Wonogiri dengan berjalan kaki, peristiwa tragis tersebut meninggalkan warisan sejarah yang abadi.
ingga kini, makam gajah dan dua srati masih dirawat dengan baik oleh warga setempat.
Lokasinya berada di RT 02/RW IV, dalam sebuah kompleks permakaman yang telah dipugar dan diberi pagar pelindung.
Uniknya, makam sang gajah dibuat lebih besar dan dilengkapi rumah pelindung di atasnya.
Makam ini terletak persis di tengah kompleks, sementara dua makam para srati berada di sisi kanan dan kiri makam utama.
(*)
Sejarah Sate Kambing Pak Momo Sukoharjo, Berdiri Sejak 1987, Jadi Langganan Pejabat hingga Warga |
![]() |
---|
Menilik Kondisi Jalan Arya Saloka di Gentan Baki Sukoharjo yang Sempat Viral Karena Aldebaran |
![]() |
---|
Perlahan Terlupakan, Ini Sejarah Monumen Tentara Pelajar yang Berlokasi di Perkampungan Sukoharjo |
![]() |
---|
Profil Desa Trangsan: Sentra Rotan Tertua dan Terbesar di Jawa Tengah |
![]() |
---|
Asal-usul Sendang Semurup di Juron Nguter Sukoharjo, Dipercaya Tempat Persinggahan Ratu Kalinyamat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.