Sejarah Kuliner Legendaris
Sejarah Harjo Bestik, Kuliner Legendaris Solo yang Berjualan Sejak 1950an
Salah satu kuliner legendaris di Solo yang bertahan selama berpuluh-puluh tahun adalah Harjo Bestik.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kota Solo, Jawa Tengah, memiliki destinasi kuliner menarik yang jangan sampai dilewatkan.
Beberapa kuliner di Solo ini bahkan berstatus legendaris.
Salah satu kuliner legendaris di Solo yang bertahan selama berpuluh-puluh tahun adalah Harjo Bestik.
Baca juga: Sejarah Soto Mbok Dele yang Legendaris di Klaten, Ada Kisah Menarik soal Asal-usul Namanya
Warung Harjo Bestik adalah salah satu warung yang menjual beef steak ala Eropa yang dinikmati dengan nasi putih.
Warung yang berupa tenda ini memiliki menu andalan yakni bestik lidah.
Meski begitu, masih banyak varian lainnya yang bisa Anda coba seperti uritan, ampela ati, hingga daging cacah.
Diketahui, ada tiga cabang warung Harjo Bestik Solo yang terletak di Jalan dr Rajiman, Jalan Kapten Mulyadi dan Jalan Veteran, Solo, Jawa Tengah.
Baca juga: Sejarah Lenjongan Yu Sum yang Legendaris di Solo, Ada Sejak 1980an, Kini Dikelola Generasi Ketiga
Sejarah Harjo Bestik
Berdiri sejak puluhan tahun silam, Harjo Bestik mempertahankan kualitas rasanya yang terkenal lezat.
Pantas saja jika Harjo Bestik masih menjadi incaran bagi para pencinta kuliner, baik dari Solo maupun wisatawan luar kota.
Menurut Mujiyati, selaku pemilik, mengatakan bahwa Harjo Bestik sudah berjualan sejak tahun 1950-an silam.
Ia merupakan generasi ketiga sebagai penerus usaha kuliner yang kini sudah beroperasi lebih dari 70 tahun tersebut.
"Saya generasi ketiga, awalnya kakek yang jualan sejak tahun 50-an," kata Mujiyati dalam video yang diunggah oleh akun Youtube Evan Media.
Baca juga: Sejarah Sate Kambing Pak Samin Solo : Gule Gorengnya Melegenda Sejak 1972
Menurut penuturan Mujiyati, menu paling best seller di Harjo Bestik ialah risoles kuah.
Risoles kuah terbuat dari orak-arik telur dan daging yang dibungkus dengan telur dadar.
| Sejarah Cenil, Jajanan Legendaris Khas Solo yang Sudah Ada Sejak Abad ke-18 |
|
|---|
| Fakta Menarik Tongseng : Bukan Kuliner Asli Solo, Justru Penjual Pertamanya Warga Klego Boyolali |
|
|---|
| Cerita Panjang Kenapa Orang Solo Raya Gemar Sarapan Pakai Bubur Ayam, Tradisi dari Tiongkok |
|
|---|
| Sejarah Sego Berkat, dari Hidangan Hajatan Menjelma jadi Kuliner Khas Wonogiri |
|
|---|
| Ini Lho Asal-usul Mie Ayam Bisa Jadi Kuliner Populer di Solo Raya, Konon Berasal dari Tiongkok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Seporsi-Harjo-Bestik-kuliner-legendaris-di-Solo.jpg)