Kejagung Tangkap Iwan Setiawan Lukminto
Alasan BEI Akan Hapus Saham PT Sritex, SRIL Telah Disuspensi Selama 24 Bulan
BEI menyatakan alasan mereka akan menghapus saham dari SRIL. Ini terkait syarat penghapusan yang sudah terpenuhi.
Penulis: Tribun Network | Editor: Ryantono Puji Santoso
TRIBUNSOLO.COM - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap alasan penghapusan saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL).
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan, penghapusan saham SRIL ini telah memenuhi syarat dalam ketentuan delisting.
Dipaparkan Nyoman, syarat delisting ini yakni telah dilakukannya suspensi atau penghentian atas saham SRIL selama lebih dari 24 bulan.
Selain itu Sritex juga telah resmi dinyatakan pailit.
Baca juga: Dedi Mulyadi Tanggapi Dana Kredit Bank BJB yang Disalahgunakan Bos Sritex: Sangat Menyayat Hati
Maka kondisi tersebut memenuhi persyaratan untuk dapat dilakukan delisting atas suatu saham berdasarkan ketentuan III.1.3 Peraturan Bursa nomor I-N.
"Atas hal tersebut, Bursa senantiasa melakukan koordinasi dengan OJK terkait proses delisting dan status perubahan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup (go private) sebagaimana diatur dalam POJK 45 tahun 2024," kata Nyoman, Jakarta, Kamis (22/5/2025).
Menurutnya, seiring SRIL telah resmi dinyatakan pailit, sehingga saat ini tanggung jawab manajemen telah beralih kepada kurator.
"Dengan demikian terkait pemberitaan mengenai penetapan Iwan Setiawan Lukminto sebagai tersangka korupsi, Bursa telah menyampaikan permintaan penjelasan kepada kurator," ucapnya.
Diketahui, berdasarkan Peraturan Bursa Nomor I-N, delisting atas suatu emiten dapat disebabkan oleh suspensi efek baik di pasar reguler dan pasar tunai maupun di seluruh pasar paling kurang 24 bulan terakhir.
BEI sudah menghentikan sementara atau suspensi perdagangan saham SRIL sejak 18 Mei 2021.
Artinya, saham perusahaan tekstil itu sudah disuspensi lebih dari 24 bulan.
Sritex dinyatakan pailit Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada Senin (21/10/2024) akibat gagal bayar utang dari beberapa kreditur.
Atas keputusan tersebut, Sritex kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA), tetapi upaya menghindari status pailit ditolak MA.
Iwan Setiawan Ditangkap Kejagung
Kejaksaan Agung menetapkan Direktur Sritex periode 2005-2022 Iwan Setiawan Lukminto dan dua tersangka lain sebagai tersangka kasus pemberian dana kredit bank.
Peran 8 Tersangka Baru Kasus Pemberian Kredit PT Sritex, Rugikan Negara Rp 1,08 Triliun |
![]() |
---|
Sritex Tumbang karena Pailit, Kini Kejagung Usut 2 Klaster Korupsi di Tubuh Sang Raksasa Tekstil |
![]() |
---|
Kasus Korupsi Sritex Sebabkan Kerugian Negara Rp 1,08 Triliun, Begini Modus Operandinya |
![]() |
---|
Bos Sritex Sukoharjo Diperiksa Kejagung: 3 Jam, Dicecar 10 Pertanyaan |
![]() |
---|
Bos Sritex Sukoharjo Simpan Uang Rp 2 Miliar di Rumah : Masih Konvensional, Takut Aplikasi Error |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.