Fakta Menarik Tentang Klaten
Asal-usul Bukit Patrum yang Kini jadi Wisata Hits di Klaten Jateng, Ada Mitos Omah Demit
Lebih dari sekadar tempat wisata, Bukit Patrum menyimpan cerita panjang tentang masa lalu, terutama saat penjajahan Belanda.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Dinding-dinding tebing yang menjulang tinggi adalah sisa dari proses eksplosif tersebut.
Bahkan, dahulu material hasil ledakan bisa meluncur sejauh 500 meter, kerap kali merusak rumah warga di sekitarnya.
Seiring berjalannya waktu, aktivitas pertambangan di Bukit Patrum mulai dihentikan.
Baca juga: Asal-usul Eromoko yang Kini Jadi Kecamatan di Wonogiri, Namanya Diambil dari 2 Istilah Ini
Pemerintah melarang penggunaan bahan peledak untuk kegiatan tambang, dan tren penggunaan kapur sebagai material bangunan juga mulai menurun, tergantikan oleh semen dan pasir sungai.
Kini, kawasan ini telah berubah wajah menjadi tempat wisata alam dengan nilai edukasi sejarah.
Untuk mencapai puncak bukit, pengunjung harus mendaki anak tangga dari bambu, menyusuri jalur yang mengarah ke tebing dengan panorama menawan.
Bukit ini tidak hanya menyajikan keindahan alam khas perbukitan kapur, tapi juga menyimpan atmosfer masa lalu yang masih terasa kuat.
Baca juga: Asal-Usul Stasiun Brambanan di Klaten, Kenapa Namanya Bukan Stasiun Prambanan?
Dengan konsep wisata yang memadukan sejarah, edukasi, dan keindahan alam, Bukit Patrum berpotensi menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Klaten.
Kawasan ini cocok bagi wisatawan yang ingin mencari ketenangan, menikmati pemandangan alam yang unik, sekaligus mengenal sejarah lokal yang belum banyak diketahui publik.
Pemerintah desa dan masyarakat setempat kini terus berupaya mengembangkan Bukit Patrum agar lebih tertata dan ramah pengunjung.
Berbagai spot swafoto mulai dikemas dengan menarik, dan penambahan fasilitas dasar seperti tempat duduk, gardu pandang, serta informasi sejarah juga tengah direncanakan.
Mitos Omah Demit
Di atas bukit tersebut terdapat sebuah rumah kecil yang dulunya merupakan gudang dinamit yang terpisah karena ditambang.
Warga sekitar sempat menyebutnya sebagai omah demit.
Padahal rumah ini awalnya adalah gudang mesiu atau patrun, sejenis bahan peledak.
Tepat pada 28 Oktober 2017 bukit tersebut telah dibuka sebagai wahana spot foto ria dan dinamakan photorium.
Di sekitar bukit tersebut terdapat juga beberapa tempat wisata seperti Bukit Sidoguro dan Rowo Jombor dan Taman Nyi Ageng Rakit yang masuk wilayah Desa Krakitan.
(*)
Asal-usul Umbul Nilo Klaten, Sudah Dimanfaatkan Sejak Zaman Kolonial Belanda |
![]() |
---|
Asal-usul Nama Desa Jaten di Juwiring Klaten : Mitos Pohon Jati Raksasa dan Jejak Kerajaan Majapahit |
![]() |
---|
Asal-usul Kecamatan Karangnongko Klaten, Masih Ada Jejak Mataram Kuno di Tengah Sawah |
![]() |
---|
Kisah Pembentukan Pasoepati - Pasukan Soeporter Pelita Sejati: Berawal dari Kerusuhan 1988 di Solo |
![]() |
---|
Asal-usul Watu Sepur di Bayat Klaten, Ada Batu Tertua dan Tempat yang Dikenal Mistis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.