Yellow Caturra, Si Kopi Arabika Kuning dari Lembah Merapi-Merbabu yang Punya Aroma Istimewa
Yellow Caturra memiliki profil rasa yang unik, seringkali dengan aroma buah-buahan dan bunga, seperti lemon, apel, serta aroma floral.
Penulis: Tribun Network | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Biji kopi yang disemai menurut Muji, diperoleh dari sebuah perkebunan kopi di Pulau Flores Nusa Tenggara Timur.
Baca juga: Sejarah Toko Kopi Podjok di Solo yang Legendaris, Sudah Eksis Sejak 1947
Dari 150 bibit kopi yang diterimanya, sebanyak 100 bibit ia tanam di kebunnya, sisanya dibagikan ke tetangganya yang ditanam di pekarangan maupun kebun mereka.
Literatur menyebutkan, Yellow Caturra adalah varietas kopi Arabika yang dikenal karena buahnya yang berwarna kuning saat matang.
Ini berbeda dengan kebanyakan kopi Arabika yang berwarna merah. Yellow Caturra adalah mutasi alami varietas Caturra, yang merupakan mutasi dari Bourbon.
Yellow Caturra memiliki profil rasa yang unik, seringkali dengan aroma buah-buahan dan bunga, seperti lemon, apel, serta aroma floral.
Jenis kopi ini berasal dari Kolombia, Kosta Rika, dan Nikaragua, dan kemudian menyebar ke Brazil dan negara lain, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, Yellow Caturra tergolong langka, dengan jumlah pohon yang terbatas dan hanya dipanen dalam jumlah kecil.
Umumnya ditanam pada ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Ia memerlukan teknik khusus dalam penanaman, pemupukan, dan pengolahan pascapanen agar menghasilkan kopi kualitas terbaik.
Yellow Caturra telah ditanam di beberapa daerah di Indonesia, seperti Bajawa (Flores) dan daerah lain, termasuk sebagian kecil di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.
Karena kelangkaan dan citra rasanya yang unik, jenis kopi ini disukai para penikmat kopi di berbagai negara, termasuk Jepang, Korea, China, Eropa, dan Amerika Serikat.
Testimoni Penikmat Kopi
Mujiyanto mengakui, dan ini menurutnya diperkuat testimoni para penikmat kopi yang datang ke rumahnya.
Termasuk Ganjar Pranowo, mantan Gubernur Jawa Tengah yang sudah beberapa kali menyambangi rumah Mujiyanyo, untuk menikmati kopi Yellow Caturra.
“Karakternya beda, dan punya keistimewaan di rasa dan aroma. Apalagi yang proses wine atau fermentasi. Itu luar biasa,” kata pria yang gemar muncak Merapi saat belum ditutup.
| Prakiraan Cuaca Kabupaten Boyolali Kamis 30 April 2026 : Hujan, Waspada Petir di Selo dan Kemusu |
|
|---|
| Warga Solo Raya Jangan Bakar Sampah Sembarangan! Waspada Fenomena El Nino, Kemarau Lebih Panas |
|
|---|
| Sosok Faridah, Korban Tragedi KRL Bekasi Asal Boyolali, Selalu Hadir Saat Dibutuhkan Keluarga |
|
|---|
| Kenangan Terakhir Kakak Korban Kecelakaan KRL di Bekasi, Faridah Utami Dikenang Tulus Membantu |
|
|---|
| Faridah Utami, Korban Kecelakaan KRL Bekasi, Dimakamkan di Samping Makam Ayahnya di Boyolali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Mujiyanto-petani-sayur-dan-kopi-di-Desa-Samiran-Boyolali-memetik-buah-segar-kopi-Yellow-CaturrA.jpg)