Kasus Desa Gubug Boyolali
Tandatangani 130 Surat Kematian Berbarengan, Dalih Kades Gubug Boyolali soal Kasus Nenek Sumi
Penerbitan surat kematian Sumi itu berawal dari instruksi untuk menerbitkan surat kematian bagi warga yang telah meninggal dunia selama pandemi Covid
Penulis: Tri Widodo | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Kepala Desa (Kades) Gubug, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Muh Hamid mengaku salah.
Hal ini setelah dirinya terbukti menandatangani surat keterangan kematian resmi seorang warga yang ternyata hingga sekarang masih sehat walafiat.
Warga yang disebut dalam dokumen tersebut adalah Sumi, lahir pada 11 Februari 1955 dan berdomisili di Dukuh Banjarsari RT 19/RW 09, Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Boyolali.
Dalam dokumen tersebut, Sumi dinyatakan meninggal dunia pada 4 Agustus 2021, dan keterangan itu ditandatangani oleh perangkat desa atas nama Wahyudi pada 9 September 2022.

Dokumen tersebut juga mencantumkan para saksi dan telah dibubuhi stempel dari Kepala Desa Gubug dan Camat Cepogo.
Hamid pun juga kaget dengan adanya surat yang kemudian viral di media sosial ini.
Apalagi, Sumi juga tetangganya sendiri.
Baca juga: Imbas Pemdes Terbitkan Surat Kematian, Warga Desa Gubug Boyolali Ini 3 Kali Kehilangan Hak Pilih
Kades mengaku baru mengetahui adanya surat keterangan yang diterbitkan 3 tahun lalu dari keluarga Sumi yang datang ke kantor Desa.
Tak ingin membela diri, Hamid pun langsung mengakui kesalahannya karena kurang teliti.
Hamid menceritakan, penerbitan surat keterangan kematian Sumi itu berawal dari instruksi untuk menerbitkan surat kematian bagi warga yang telah meninggal dunia selama pandemi Covid-19.
Saking banyaknya surat, dia pun tak mengecek satu-persatu surat yang diajukan perangkat desa.
Baca juga: Sosok Sumi, Warga Desa Gubug Boyolali yang Surat Kematiannya Terbit 2021 Lalu, Padahal Masih Rewang
“Jadi waktu itu saya harus menandatangani 130 surat kematian dalam satu waktu, mungkin terburu-buru, jadi tidak saya cek satu-satu,” bebernya.
Pihaknya meminta maaf kepada ibu Sumi terkait permasalah tersebut.
“Saya juga malu, karena tetangga sendiri juga, satu RW,” ucap Hamid.
(*)
Kronologi Warga Gubug Boyolali Masih Sehat Dinyatakan Meninggal oleh Pemdes, Terkuak saat Urus BPJS |
![]() |
---|
Sempat Dinyatakan Meninggal Pemdes Gubug Boyolali pada 2021, Nenek 70 Tahun Ini Kini 'Hidup Lagi' |
![]() |
---|
Awal Mula Warga Desa Gubug Boyolali Ketahui Dirinya Telah 'Mati', Mau Aktifkan BPJS Kesehatan |
![]() |
---|
Warga Gubug Boyolali Masih Sehat Dinyatakan Meninggal oleh Pemdes, Terkuak Saat Urus BPJS Kesehatan |
![]() |
---|
Warga Masih Hidup tapi Terbit Surat Kematian, Kades Gubug Boyolali Akui Salah: Saya Baru Tahu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.