Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Kasus Desa Gubug Boyolali

Warga Masih Hidup tapi Terbit Surat Kematian, Kades Gubug Boyolali Akui Salah: Saya Baru Tahu

Kejadian aneh terjadi di Boyolali. Warga yang masih hidup malah diterbitkan surat kematian. Ini membuat keluarga heboh.

|
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Istimewa/TribunSolo/Tri Widodo
KOLASE FOTO. Nenek Sumi (70) warga Dukuh Banjarsari, Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Boyolali, saat rewang, Jumat (27/6/2025). Foto Kiri: Surat kematian yang diterbitkan desa, Foto Kanan: Nenek Sumi yang beraktivitas. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Viral warga Boyolali yang masih hidup namun sudah diterbitkan surat kematian oleh desa. 

Kejadian ini di Dukuh Banjarsari RT 19/RW 09, Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Boyolali

Warga tersebut bernama Sumi. 

Terkait kasus ini, Kepala Desa Gubug, Muh Hamid mengaku salah karena kurang teliti. 

"Saya juga baru mengetahui pas yang bersangkutan itu datang ke desa (kantor)," kata Hamid. 

Hamid pun mengaku terkejut dengan hal tersebut. 

Apalagi, Sumi juga tetangganya sendiri. 

Ke pihak keluarga, Hamid pun menyadari kesalahannya. 

Dia pun kemudian berkomitmen untuk memberikan klarifikasi dan bertanggungjawab untuk menerbitkan KTP, KK, dan BPJS Kesehatan.

Berawal dari Pembuatan BPJS

Viral, seorang warga yang masih sehat walafiat justru telah diterbitkan surat keterangan kematian, lengkap dengan tanda tangan dan stempel resmi.

Unggahan itu dibagikan oleh akun Sukoco Hadi M di grup Facebook BOYKOT, dan beberapa akun grup lainnya, lengkap dengan foto dokumen resmi. 

Dalam unggahan itu, ia menulis:

"Mosok wargane iseh urip kok terbit surat kematian, dan sudah masuk didukcapil. Ada apakah ini pemdes?"

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved