Sejarah Kuliner Legendaris
Sejarah Mie Ayam Wonogiri Terkenal se-Indonesia, Ada Peran Perantau yang Kerja di Restoran China
Ya, sama seperti bakso, Mie Ayam sudah menjadi sajian legendaris yang tak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Wonogiri.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Bicara tentang kuliner di Wonogiri, Jawa Tengah, tentu tak lepas dari dua makanan yang popularitasnya sudah terkenal se-Indonesia.
Dua makanan itu adalah Bakso dan Mie Ayam Wonogiri.
Ya, sama seperti bakso, Mie Ayam sudah menjadi sajian legendaris yang tak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Wonogiri.
Baca juga: Sejarah Dawet Telasih Bu Dermi Pasar Gede Solo, Kuliner Legendaris yang Eksis Sejak 1930
Dengan harga mulai dari Rp10 ribu-an, mie ayam klasik khas Wonogiriselalu jadi favorit, baik untuk dinikmati bersama keluarga maupun saat merantau.
Potongan ayam dan ceker sebagai pelengkap, ditambah rasa gurih khas yang melekat di lidah, membuatnya selalu menggugah selera, terutama saat cuaca dingin atau hujan.
Sejarah Mie Ayam Wonogiri : Akulturasi Budaya Tionghoa
Mie ayam, atau bakmi, merupakan hasil perpaduan budaya Tionghoa dan Indonesia.
Sejak tahun 1870, gelombang imigran Tionghoa dan Arab mulai menetap di Jawa, membawa serta tradisi kuliner mereka.
Meski berbahan dasar tepung terigu, cara penyajian mie ayam di Indonesia berbeda dengan di Cina.
Di Negeri Tirai Bambu, bakmi umumnya disajikan dengan daging babi dan minyak babi, sedangkan di Indonesia, daging babi diganti dengan ayam yang dimasak dengan kecap dan minyak ayam, menyesuaikan budaya lokal.
Baca juga: Sejarah Bakso Sera yang Pernah Viral di Simo Boyolali, Namanya Ternyata Punya Makna Unik
Perbedaan ini menjadikan mie ayam Indonesia memiliki identitas tersendiri, seperti varian mie yamin yang memiliki rasa manis khas kecap serta cara penyajian yang bervariasi, ada yang disajikan dengan kuah terpisah maupun dicampur langsung.
Mie Ayam Wonogiri dikenal dengan racikan bumbu yang khas, yaitu minyak ayam yang dicampur minyak sayur, jahe, lada, ketumbar, kulit ayam, dan bawang putih.
Hal ini memberikan cita rasa gurih dan aroma yang khas. Seporsi mie biasanya berisi mie kenyal rebus, potongan ayam semur, sawi rebus, daun bawang, bakso, dan pangsit, bisa disajikan kering atau dengan kuah.
Varian ini juga mengusung konsep gerobak sebagai tempat penjualan, ciri khas yang mudah ditemukan di berbagai kota besar di Indonesia.
| Ini Lho Sejarah Pecel Bisa jadi Menu Sarapan Warga Solo Raya, Kuliner yang Sudah Ada Sejak Abad ke-9 |
|
|---|
| Rekomendasi Kuliner Solo : Cicipi Nasi Liwet Bu Wongso Lemu yang Legendaris Sejak 1950-an |
|
|---|
| Dulu Penyelamat saat Krisis Pangan, Inilah Tempe Gembus, Cikal Bakal Kuliner Legendaris Khas Solo |
|
|---|
| Rekomendasi Kuliner Legendaris Solo : Cicipi Roti Kecik Ganep yang Sudah Ada Sejak Tahun 1881 |
|
|---|
| Sejarah Es Gabus, Kuliner Jadul yang Mulai Langka di Solo, Pernah Populer di Tahun 80-90an |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/tampilan-mie-ayam-boyolali.jpg)