Sejarah Kuliner Legendaris
Sejarah Soto Gerabah jadi Makanan Khas Solo Raya, Warisan Kerajaan Majapahit yang Masih Eksis
Sajian ini memiliki banyak varian di setiap daerah, dan salah satu yang menarik perhatian adalah soto gerabah khas Solo.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Soto merupakan salah satu kuliner yang sangat populer di Indonesia, terutama Solo Raya, Jawa Tengah.
Sajian ini memiliki banyak varian di setiap daerah, dan salah satu yang menarik perhatian adalah soto gerabah khas Solo.
Bukan hanya dari segi rasa, soto ini juga istimewa karena cara penyajiannya yang menggunakan peralatan dari gerabah, sesuatu yang dipercaya sebagai warisan dari masa Kerajaan Majapahit.
Baca juga: Sejarah Tugu Pusaka Selogiri di Wonogiri, Menyimpan Tiga Pusaka Raden Mas Said Saat Melawan Belanda
Gaya penyajian makanan dengan wadah gerabah diyakini berasal dari tradisi masyarakat Majapahit.
Gerabah adalah perkakas dari tanah liat yang dibentuk lalu dibakar hingga mengeras.
Tradisi ini kuat di wilayah Trowulan, Mojokerto, yang merupakan pusat ibu kota Majapahit.
Perabotan gerabah banyak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Keberadaan artefak dan situs arkeologi di Trowulan menunjukkan betapa pentingnya gerabah pada masa itu.
Selain Trowulan, daerah Gresik juga menyimpan jejak warisan Majapahit, terutama di Desa Gosari.
Baca juga: Sejarah Candi Merak di Karangnongko Klaten Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno
Berdasarkan temuan sejarah, di wilayah ini terdapat bekas tempat produksi gerabah.
Bahkan warga setempat kerap menemukan pecahan gerabah saat menggali tanah untuk membuat sumur atau fondasi rumah.
Lokasi ini berada tak jauh dari kawasan wisata alam Gosari (Wagos), yang kini menjadi daya tarik sejarah sekaligus wisata edukasi.
Dalam konteks kekinian, pembuatan gerabah masih dilestarikan.
Baca juga: Sejarah Mobil Esemka yang Kini Bikin Jokowi Digugat Wanprestasi, Pabriknya Ada di Boyolali Jateng
Salah satu bentuk pelestarian yang unik adalah pemanfaatannya sebagai alat masak dan penyajian makanan seperti soto gerabah.
Kuali tanah liat, yang dulu umum digunakan masyarakat Jawa, masih digunakan hingga kini meskipun perlahan tergeser oleh peralatan logam seperti tembaga dan aluminium.
Namun beberapa pedagang makanan masih mempertahankan penggunaan kuali karena dipercaya memberikan cita rasa berbeda.
| Fakta Menarik Tongseng : Bukan Kuliner Asli Solo, Justru Penjual Pertamanya Warga Klego Boyolali |
|
|---|
| Cerita Panjang Kenapa Orang Solo Raya Gemar Sarapan Pakai Bubur Ayam, Tradisi dari Tiongkok |
|
|---|
| Sejarah Sego Berkat, dari Hidangan Hajatan Menjelma jadi Kuliner Khas Wonogiri |
|
|---|
| Ini Lho Asal-usul Mie Ayam Bisa Jadi Kuliner Populer di Solo Raya, Konon Berasal dari Tiongkok |
|
|---|
| Ini Lho Sejarah Pecel Bisa jadi Menu Sarapan Warga Solo Raya, Kuliner yang Sudah Ada Sejak Abad ke-9 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Soto-Gerabah-Mbah-Min-3.jpg)