Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Sekolah Rakyat Solo

Dua Posisi Guru Ini Masih Kosong di Sekolah Rakyat Solo, Pihak SRMA 17 Sudah Komunikasi ke Kemensos

Masih ada beberapa posisi guru yang kosong di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo, Jawa Tengah. 

|

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Masih ada beberapa posisi guru yang kosong di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo, Jawa Tengah. 

Dua posisi itu antara lain guru untuk mata pelajaran Agama Katolik dan juga Bahasa Jawa.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala SRMA 17 Solo, Septhina Shinta Sari.

"Untuk pengajar di sekolah, kami belum ada guru agama Katolik dan guru bahasa Jawa," ungkap Shinta sapaannya saat dikonfirmasi, Sabtu (2/8/2025) siang.

SEKOLAH RAKYAT SOLO - Potret gedung Sekolah Rakyat di Solo, Jawa Tengah beberapa waktu. Saat ini Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo masih kekurangan guru dan pengasuh asrama.
SEKOLAH RAKYAT SOLO - Potret gedung Sekolah Rakyat di Solo, Jawa Tengah beberapa waktu. Saat ini Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo masih kekurangan guru dan pengasuh asrama. (TRIBUNSOLO.COM/ANDREAS CHRIS)

Tak hanya kekurangan tenaga pendidik dua mata pelajaran itu, setidaknya sekolah rakyat Solo ini masih membutuhkan pengasuh untuk dua asrama putra.

Posisi tersebut hingga sampai saat ini masih kosong.

"Kalau untuk wali (pengasuh), kami belum ada wali asrama yang pria. Asramanya kan ada 2 asrama, jadi minimal ada 2 wali asrama tambahan," urai Shinta.

Shinta sendiri menerangkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI terkait kekurangan tenaga pengajar maupun kependidikan yang ada di sekolahnya.

"Sudah kami komunikasikan dan sudah dicatat juga," kata dia.

Di sisi lain, Shinta menerangkan bahwa sejak beroperasi setidaknya sudah ada puluhan guru dan tendik yang bekerja di sana.

Baca juga: Pendaftaran Sekolah Rakyat di Sragen Berlaku hingga 6 Agustus, Terima Jenjang SD SMP, Cek Syaratnya

"Kalau guru kami ada 20, untuk tendiknya ada 22 dan ditambah dari Tagana ada 6 orang," lanjut dia.

Namun demikian, Shinta menyebut belum tahu kapan akan terpenuhi pos-pos tenaga kerja yang masih kosong di SRMA 17 Solo tersebut.

Ia melanjutkan bahwa pengisian pos tenaga kerja yang kosong tersebut akan diisi secara bertahap.

"Nanti kan bertahap, segera setelah ini akan ada penambahan Wali atau Guru yang kurang tadi," sebutnya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved