Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Sekolah Rakyat Solo

Sekolah Rakyat Solo Kekurangan 2 Pengasuh Asrama, Sementara Siasati dengan Jadwal Petugas Piket

Kepala SRMA 17 Solo, Septhina Shinta Sari menjelaskan untuk mengisi kekosongan wali asrama, pihaknya bersiasat dengan membuat jadwal petugas piket. 

TribunSolo.com/ Andreas Chris
SEKOLAH RAKYAT SOLO - Suasana Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo, Selasa (29/7/2025). Sekolah tersebut membuat aturan bagi para siswa yang menimba ilmu di sana, salah satunya terkait uang saku bagi siswa. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo, Jawa Tengah, sampai saat ini masih mengalami kekurangan tenaga pendidik yakni guru dan tenaga kependidikan (tendik) yakni pengasuh asrama Putra.

Setidaknya ada dua kekurangan guru di SRMA 17 Solo untuk mata pelajaran Agama Katolik dan juga Bahasa Jawa. Sementara untuk pengasuh dua asrama putra setidaknya sampai saat ini masih kosong.

Kepala SRMA 17 Solo, Septhina Shinta Sari menerangkan bahwa sejak beroperasi setidaknya sudah ada puluhan guru dan tendik yang bekerja di sana.

ASRAMA SRMA SOLO - Kondisi asrama siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo, Selasa (29/7/2025). Asrama tersebut diisi oleh puluhan murid dengan tempat tidur tingkat. Ada dua asrama putra dengan kisaran berisi 50-60 siswa per asrama, sedangkan asrama putri berjumlah tiga.
ASRAMA SRMA SOLO - Kondisi asrama siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo, Selasa (29/7/2025). Asrama tersebut diisi oleh puluhan murid dengan tempat tidur tingkat. Ada dua asrama putra dengan kisaran berisi 50-60 siswa per asrama, sedangkan asrama putri berjumlah tiga. (TribunSolo.com/ Andreas Chris)

"Kalau guru kami ada 20, untuk tendiknya ada 22 dan ditambah dari Tagana ada 6 orang," ungkap Shinta sapaannya saat dikonfirmasi, Sabtu (2/8/2025) siang.

Meski telah ada puluhan pekerja baik guru maupun tendik. Shinta tak memungkiri masih ada kekurangan dari pekerja seperti guru dan pengasuh asrama.

"Kalau untuk wali (pengasuh), kami belum ada wali asrama yang pria. Asramanya kan ada 2 asrama, jadi minimal ada 2 wali asrama tambahan," urai Shinta.

"Untuk pengajar di sekolah, kami belum ada guru agama Katolik dan guru bahasa Jawa," lanjut dia.

Baca juga: Mengintip Fasilitas Asrama Sekolah Rakyat Solo, Viral Gegara Muncul Kabar Siswa Kesurupan

Shinta sendiri menerangkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI terkait kekurangan tenaga pengajar maupun kependidikan yang ada di sekolahnya.

"Sudah kami komunikasikan dan sudah dicatat juga," kata dia.

Namun demikian, Shinta menyebut belum tahu kapan akan terpenuhi pos-pos tenaga kerja yang masih kosong di SRMA 17 Solo tersebut.

Ia melanjutkan bahwa pengisian pos tenaga kerja yang kosong tersebut akan diisi secara bertahap.

Baca juga: Viral Kabar Kesurupan, Siswa Sekolah Rakyat Solo Hanya Boleh Bersosialisasi di Lingkungan Sekolah

"Nanti kan bertahap, segera setelah ini akan ada penambahan Wali atau Guru yang kurang tadi," sebutnya.

Shinta menjelaskan bahwa untuk mengisi kekosongan pengajar maupun wali asrama, pihaknya melakukan siasat dengan membuat jadwal petugas piket. 

Ia mencontohkan, untuk wali asrama.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved