Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Sekolah Rakyat Solo

Kepsek Pastikan Tidak Ada Guru Sekolah Rakyat Solo yang Mengundurkan Diri

Di antara ratusan guru yang mengundurkan diri itu bukanlah dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo, Jawa Tengah.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO -Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut sebanyak 143 guru Sekolah Rakyat mengundurkan diri.

Gus Ipul menyebut bahwa guru-guru sekolah rakyat yang mengundurkan diri tidak memenuhi panggilan meskipun telah dinyatakan lulus seleksi. 

Namun dipastikan, di antara ratusan guru yang mengundurkan diri itu bukanlah dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo, Jawa Tengah.

Baca juga: Sekolah Rakyat Solo Masih Kekurangan 2 Guru dan 2 Pengasuh Asrama, Kepala SRMA 17 Sudah Melapor

Kepala SRMA 17 Solo, Septhina Shinta Sari memastikan tidak ada guru maupun tenaga kependidikan yang mengundurkan diri.

"Tidak ada," kata Shinta.

Sementara itu kata dia, sampai saat ini SRMA 17 Solo masih mengalami kekurangan tenaga pendidik yakni guru dan tenaga kependidikan (tendik) yakni pengasuh asrama Putra.

Setidaknya ada dua kekurangan guru di SRMA 17 Solo untuk mata pelajaran Agama Katolik dan juga Bahasa Jawa. Sementara untuk pengasuh dua asrama putra setidaknya sampai saat ini masih kosong.

Kepala SRMA 17 Solo, Septhina Shinta Sari menerangkan bahwa sejak beroperasi setidaknya sudah ada puluhan guru dan tendik yang bekerja di sana.

Baca juga: Pendaftaran Sekolah Rakyat di Sragen Berlaku hingga 6 Agustus, Terima Jenjang SD SMP, Cek Syaratnya

"Kalau guru kami ada 20, untuk tendiknya ada 22 dan ditambah dari Tagana ada 6 orang," ungkap Shinta sapaannya saat dikonfirmasi, Sabtu (2/8/2025) siang.

SEKOLAH RAKYAT SOLO - Potret gedung Sekolah Rakyat di Solo, Jawa Tengah beberapa waktu. Saat ini Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo masih kekurangan guru dan pengasuh asrama.
SEKOLAH RAKYAT SOLO - Potret gedung Sekolah Rakyat di Solo, Jawa Tengah beberapa waktu. Saat ini Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo masih kekurangan guru dan pengasuh asrama. (TRIBUNSOLO.COM/ANDREAS CHRIS)

Meski telah ada puluhan pekerja baik guru maupun tendik. Shinta tak memungkiri masih ada kekurangan dari pekerja seperti guru dan pengasuh asrama.

"Kalau untuk wali (pengasuh), kami belum ada wali asrama yang pria. Asramanya kan ada 2 asrama, jadi minimal ada 2 wali asrama tambahan," urai Shinta.

"Untuk pengajar di sekolah, kami belum ada guru agama Katolik dan guru bahasa Jawa," lanjut dia.

Baca juga: Mengintip Fasilitas Asrama Sekolah Rakyat Solo, Viral Gegara Muncul Kabar Siswa Kesurupan

Shinta sendiri menerangkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI terkait kekurangan tenaga pengajar maupun kependidikan yang ada di sekolahnya.

"Sudah kami komunikasikan dan sudah dicatat juga," kata dia.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved