Sekolah Rakyat Solo

Sekolah Rakyat Solo Kekurangan 2 Pengasuh Asrama, Sementara Siasati dengan Jadwal Petugas Piket

Kepala SRMA 17 Solo, Septhina Shinta Sari menjelaskan untuk mengisi kekosongan wali asrama, pihaknya bersiasat dengan membuat jadwal petugas piket. 

TribunSolo.com/ Andreas Chris
SEKOLAH RAKYAT SOLO - Suasana Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo, Selasa (29/7/2025). Sekolah tersebut membuat aturan bagi para siswa yang menimba ilmu di sana, salah satunya terkait uang saku bagi siswa. 

Ia juga melibatkan wali asrama yang ada, tenaga kependidikan dan guru serta dibantu relawan dari Tagana untuk bergantian menjaga asrama putra yang masih belum memiliki pengasuh.

"Kalau selama ini yang memback up baik dari wali asrama putri atau wali asrama lain, dibantu dari guru dan dari Sentra Kemensos RI serta Tagana juga ikut membantu," terangnya.

Sementara itu saat disinggung apakah ada guru maupun tenaga kependidikan yang mengundurkan diri, Shinta menegaskan tidak ada tenaga kerja yang mundur dari SRMA 17 Solo.

"Tidak ada," pungkasnya.

Baca juga: Menangis hingga Muncul Isu Kesurupan, Siswa Sekolah Rakyat Solo Hanya Boleh Pakai HP 1 Jam per Hari

Apa Itu Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat (SR) merupakan sebuah inisiatif pendidikan alternatif yang bertujuan memberikan akses belajar kepada masyarakat, terutama mereka yang berasal dari kalangan kurang mampu atau tertinggal dalam sistem pendidikan formal.

Konsep Sekolah Rakyat telah ada sejak era awal kemerdekaan Indonesia dan kini kembali dihidupkan sebagai bagian dari upaya mengentaskan ketimpangan pendidikan di berbagai wilayah, termasuk di daerah-daerah pelosok.

Konsep dan Sejarah Sekolah Rakyat

Dikutip dari berbagai sumber, termasuk laman resmi Kementerian Sosial dan organisasi masyarakat sipil, Sekolah Rakyat bukanlah lembaga formal seperti sekolah negeri atau swasta pada umumnya.

Sebaliknya, SR adalah ruang belajar berbasis komunitas yang fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan lokal. 

Materi yang diajarkan bisa berupa pengetahuan dasar seperti baca tulis, berhitung (calistung), hingga pendidikan karakter, keterampilan hidup (life skills), bahkan kewirausahaan.

Konsep ini sempat populer pada masa awal kemerdekaan sebagai bagian dari upaya mencerdaskan bangsa, sebelum sistem pendidikan nasional terbentuk utuh.

Kini, sejumlah organisasi dan lembaga, termasuk Kemensos, kembali menggagas pendirian Sekolah Rakyat dalam rangka mendorong pembangunan manusia.

Tujuan Pendirian Sekolah Rakyat

Tujuan utama dari pendirian Sekolah Rakyat adalah untuk menjangkau kelompok rentan yang kesulitan mengakses pendidikan formal.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved